Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Hotmix Taga-Ruteng Rusak
Regional NTT

Jalan Hotmix Taga-Ruteng Rusak

By Redaksi19 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan hotmix Taga-Ruteng yang rusak akibat terkikis air hujan (Foto: Ano Parman/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Jalan hotmix Taga-Ruteng, tepatnya di sebelah selatan SDK Taga, Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai rusak.

Kerusakan terjadi pada bagian bahu jalan lantaran terkikis air hujan yang mengalir di samping ruas tersebut. Padahal, jalan hotmix itu baru selesai dikerjakan pertengahan tahun 2017 ini.

Selain merusak jalan, longsoran air hujan juga membawa pasir yang sebelumnya disiram di samping jalan itu. Pasir tersebut masih terserak di badan jalan sehingga menimbulkan kerawanan bagi pengendara motor.

Apri, Warga Taga yang ditemui VoxNtt.com di lokasi, Minggu (19/11/2017)  mengatakan bahwa hal itu disebabkan karena tidak adanya drainase.

“Ini karena saluran drainasenya tidak ada. Jadi, tiap kali hujan, pasti air masuk ke jalan,” ujarnya.

Sebab itu, dia meminta pemerintah daerah segera membuat drainase agar kerusakan ruas hotmix tersebut tak semakin parah.

“Kasihan kalau begini terus nanti. Makanya, perlu sekali buat drainase itu,” pintahnya.

Senada dengan Apri, Warga Taga lainnya, Jo mengatakan bahwa pembangunan saluran drainase di titik itu sangat mendesak dan tidak bisa ditunda-tunda.

“Kalau tidak segera dibuat, bisa saja jalan itu pelan-pelan terkikis dan pada saatnya bisa putus,” katanya.

Selain mempersoalkan ketiadaan drainase, Jo juga mempersoalkan tanggung jawab kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut.

“Walaupun itu karena hujan, tapi tidak berarti kontraktornya tidak bertanggung jawab. Kontraktor harus tanggung jawab karena jalan itu masih dalam masa pemeriharaan,” imbuhnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleRintangi Penyidikan, Pengacara Novanto Mesti Dipidana
Next Article Tidak Ada Kerugian dalam Proyek Pembangunan Pasar Alok

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.