Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Butuh Komitmen Bersama Agar Belu Jadi Kabupaten Layak Anak
Regional NTT

Butuh Komitmen Bersama Agar Belu Jadi Kabupaten Layak Anak

By Redaksi20 November 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wabup Belu Ose Luan,(Depan, keenam dari kiri) foto bersama pimpinan instansi terkait saat pembukaan sosialisasi KLA( Foto: Marcel/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Kabupaten Layak Anak (KLA) bisa tercapai apabila ada komitmen bersama dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Demikian Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan dalam sosialisasi KLA di Gedung Betelalenok Atambua, Senin (20/11/2017).

Luan kepada VoxNtt.com usai membuka kegiatan tersebut mengatakan anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga pembentukan pribadi anak harus dilakukan sejak dini.

“Ibarat bambu yang lurus harus dibentuk sejak masih muda. Kalau sudah tua, tentu tidak bisa,” ujar Wabup Ose Luan.

Dalam arahannya, Wabup Ose Luan mengatakan keberadaan seorang anak dapat memperteguh keharmonisan dalam keluarga.

“Mendidik anak tidak diukur lewat gelar akademis. Semua punya tanggung jawab yang sama” tegas Wabup Ose.

Sementara, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Belu, Joice Manek menegaskan untuk menjadi  KLA butuh komitmen bersama untuk melakukan kegiatan-kegiatan perlindungan anak.

Menurutnya, faktor-faktor kunci KLA diantaranya anggaran harus berpihak pada upaya-upaya perlindungan anak, peningkatan kapasitas kelembagaan, kemitraan dengan lembaga swasta dan koordinasi lintas sektoral.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan

Belu
Previous ArticleKehadiran BPJS Sangat Membantu Masyarakat
Next Article Atasi Banjir, Bupati Nagekeo Pimpin Langsung Keruk Kali Mati di Danga Au

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.