Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tak Terima PKH, Janda Asal Taga Ruteng Kesal
NTT NEWS

Tak Terima PKH, Janda Asal Taga Ruteng Kesal

By Redaksi1 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi PKH
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT– Eti (50), janda asal Taga, Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai kecewa dengan pengelola Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia yang ada di Kabupaten Manggarai.

Dia kecewa lantaran tak diakomodir dalam kelompok penerima program kesejahteraan tersebut. Padahal, dia sudah menjanda sejak tahun 1990 lalu. Selain lama menjadi janda, dia juga menanggung beban rumah tangga yang besar.

“Saya janda sejak tahun (19) 90 dan punya anak tiga orang, tapi tidak dapat PKH. Sementara, banyak keluarga yang masih mampu, tapi dapat,” katanya kepada VoxNtt.com, Kamis (30/11/2017).

Selain tak dapat PKH, kata Eti, dia juga mengaku tak mendapat bantuan lain seperti beras sejahtera. Padahal bantuan-bantuan seperti itu sangat dibutuhkan keluarganya.

“Jujur, kami sangat butuh, tapi mau bagaimana lagi,” tukasnya.

Sebab itu, dia meminta pengelola PKH melihat kembali data penerima yang ada. Menurutnya, data yang ada belum menampung semua masyarakat yang membutuhkan.

“Tolong utamakan kami ini, karena jujur saja kami sudah tidak bisa apa-apa lagi,” pintahnya.

Di tempat yang sama, janda Berta (53) juga kesal karena dirinya tak diakomodir sebagai penerima PKH. Padahal, dia juga sudah lama menjanda.

“Saya ini janda tapi suami saya masih hidup. Kami dulu cerai hidup. Anak saya empat orang, dua merantau, satu sudah punya suami dan satunya lagi tinggal dengan saya, tapi dia sakit. Jadi, saya tulang punggung keluarga,” ujarnya.

Karena itu, dia mempertanyakan data yang dipakai pengelola PKH dalam menentukan penerima program tersebut.

“Saya tidak tahu bagaimana datanya itu sampai kami ini tidak dapat (PKH),” tanya Berta.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, pengelola PKH Kabupaten Manggarai belum bisa dikonfirmasi.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleHari AIDS Sedunia, KPA Ende Kampanye Stigma Terhadap ODHA
Next Article Kadis PUPR Manggarai Tanggapi Pertanyaan Marsel Ahang

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.