Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hari AIDS Sedunia, KPA Ende Kampanye Stigma Terhadap ODHA
NTT NEWS

Hari AIDS Sedunia, KPA Ende Kampanye Stigma Terhadap ODHA

By Redaksi1 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pihak KPA Ende lakukan kampanye stigma dan diskriminasi ODHA dengan membagikan stiker dan leaflet di Lampu Lima Ende (Foto: Doc. KPA Ende)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2017, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Ende, NTT gelar kampanye kasus penyakit menular tersebut.

Aksi kampanye dengan membagi-bagi stiker dan leaflet bertujuan mencegah stigma atau pandangan negatif terhadap Orang Dengan HIV-AIDS atau ODHA.

Pengelola Program KPA Ende, Valen A. Raki menjelaskan, stigma dan diskriminasi tidak luput dari dampak adanya kasus baru di lingkungan masyarakat.

Sehingga, pihak KPA melakukan aksi kampanye dengan pemberian informasi yang benar. Hal ini berinisiatif untuk menekan laju penyebaran virus HIV.

“Dalam kampanye ini kita melibatkan langsung masyarakat dan ODHA, sehingga masyarakat bisa langsung berinteraksi dan paham tentang tindakan yang dilakukan jika seseorang terinfeksi,” tulis Valen melalui WhatsApp, Jumat sore.

Dalam kasus ini, Valen membeberkan jumlah kasus selama dua tahun terakhir.

Terhitung sejak tahun 2015 sampai dengan Agustus 2017 tercatat sebanyak 241 kasus. Data ini meningkat dari sebelumnya yang tercatat sebanyak 195 kasus.

Ia menjelaskan, kasus tertinggi masih dipimpin oleh kelompok ibu rumah tangga. Dihimpun sebelumnya, jumlah kasus ibu rumah tangga sebanyak 43 kasus.

Karena itu, jelas Valen, pihaknya akan membentuk organisasi Warga Peduli AIDS (WPA) pada setiap Desa dan Kelurahan.

Dengan adanya WPA diharapkan dapat menekan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di masyarakat.

Selain itu, KPA Ende telah menyiapkan mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk melakukan tes HIV secara gratis bagi masyarakat. Baik pada komunitas waria, komunitas pekerja seks, pekerja pub dan karaoke juga pada ibu-ibu hamil di posyandu serta masyarakat lainnya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticlePMKRI Nagekeo Kembali Rekrut Anggota Baru
Next Article Tak Terima PKH, Janda Asal Taga Ruteng Kesal

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.