Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi-Puisi Oriol Dampuk-Catatan oleh Hengky Ola Sura
Sastra

Puisi-Puisi Oriol Dampuk-Catatan oleh Hengky Ola Sura

By Redaksi2 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Karma

Saat gagal mendera

Sang karma berujar:

“Aku sedang menasehatimu

 

Detik

Sedetik bersama-Mu

Melebarkan jurang antara aku dan kelemahan

 

Panggil

Engkau masih butuh

Mengapa aku selalu jatuh

Di rumah-Mu masih ada setumpuk gula?

Anggur ini telah masam bagiku

 

Kekal

Jika rindu adalah kekal

Masihkah kita ragu pada jarak

*Orio Dampuk,bergiat pada Komunitas Sastra Hujan Ruteng dan Teater Tanya Ritapiret Maumere. Buku antologi puisinya yang segera terbit berjudul Dua Mata YangDigelari Berkat-Penerbit Carol Maumere.

 Puisi dan Keagungannya Bagi Pembaca

Oleh Hengky Ola Sura-Redaksi Seni Budaya Voxntt.com

Membaca puisi-puisi Oriol Dampuk pekan ini kita dihadapkan pada satu permenungan mendalam bahwa hidup adalah satu anugerah terberi. Dari puisi Karma, Detik, Panggil dan puisi Kekal kita dihadapkan pada kepaduan kata, makna dan lebih dari itu pesan dari balik setiap deret kata yang termaktub. Empat puisi pendek Oriol Dampuk hadir dengan ketelitian membongkar segala bentuk kemunafikan mengimani Tuhan Sang Causa Prima. Bisa jadi Oriol yang seorang calon pastor itu ikut mewanti-wanti kita untuk sadar bahwa segala yang terjadi, segala yang diperbuat, segala tindak-tanduk ikut jua menentukan hidup yang melingkupi kita.

Empat puisi Oriol kali ini adalah puisi-puisi kamar yang hadir kepada kita untuk dibaca dalam senyap-dalam hening. Pada puisi Karma kita dihentakan untuk selalu sadar bahwa hidup ini menyajikan kepada kita pengalaman-pengalaman terburai yang dapat memuliakan serentak juga menistai kita. Pada puisi Detik, Oriol lewat gurat katanya seolah mengajak  kita pada pemaknaan religiositas keberimanan kita. Maka puisi ini adalah serupa doa yang rindu pada keagungan sang Pencipta. Dekat dan diam dalam religiositas keberimanan yang penuh akhirnya membawa kita semua untuk selalu tak terperosok pada praktik keberimanan yang semu.

Pada puisi Panggil, Oriol seolah mendeskripsikan tentang pengalaman panggilannya. Diksi gula dan anggur masam yang dipilih Oriol ikut mengajarkan bahwa selaksa ketaksanggupan senantiasa mewarnai jalan yang dipilihnya. Selanjutnya pada puisi Kekal kita akhirnya senantiasa menemukan pengharapan bahwa selalu ada yang pantas untuk kita hayati dalam hidup yakni hidup keberimanan kita. Maka empat puisi Oriol kali ini adalah puisi-puisi dengan keagungan yang layak kita hidupi.

Puisi-puisi Oriol kali ini hadir tanpa metafora yang dalam toh ia cukup melenakan pemacaan kita untuk segera sadar bahwa segala yang bernama keagungan dan pemuliaan hidup mungkin harus dibahasakan dengan tanpa tedeng aling-aling-tanpa metafora yang terlalu banyak.

Previous ArticleUNIPA Telah Mewisudakan 2.867 Alumni
Next Article TPST Golo Ncolang-Ruteng Dikeluhkan Warga

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.