Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Relawan‎ Sekolah Gunung Tanam Seribu Pohon
Regional NTT

Relawan‎ Sekolah Gunung Tanam Seribu Pohon

By Redaksi4 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pose bersama Bupati Ngada Marianus Sae, Wakil Bupati Ngada Paulus Soliwoa, Dandim 1625 Ngada, serta relawan Sekolah Gunung usai tanam seribu pohon anakan di hutan Manu Solu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Relawan Sekolah Gunung, Kabupaten Ngada menggelar aksi penanaman seribu anakan pohon, Senin (04/12/2017).

Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah hutan Manu Solu, Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat.

Anakan pohon yang ditanam yakni, aren, oja dan jati putih.

Penanman yang dilakukan dalam rangka pengurangan resiko bencana alam 2017 itu turut dihadiri oleh Bupati Ngada Marianus Sae, Dandim 1625 Ngada, Pimpinan OPD, serta perangkat Kecamatan Golewa Barat dan aparat desa setempat.

Tak hanya itu, penanaman pohon juga dihadiri oleh para pelajar dan relawan Sekolah Gunung di Desa Turekisa.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Ngada, Watu Aloysius mengatakan, relawan Sekolah Gunung digerakan dalam kegiatan penanaman tersebut untuk melakukan pencegahan dan kesiapsiagaan bencana yang terjadi di kabupaten itu.‎

“Relawan terdiri dari Polri, TNI, gabungan PNS, dan berbagai elemen masyarakat setempat,” kata Aloysius.

Dijelaskan program tersebut ‎bertujuan membangun gotong royong yang baik dan rukun. Tujuan lain yakni untuk mengurangi resiko bencana alam, pelestarian lingkungan, dan perlindungan mata air.

Menurut Aloysius, melalui kegiatan tersebut warga bisa belajar ‎bagaimana membangun sinergi dan mengkosolidasi satuan pelaksanaan penanggulangan bencana di Kabupaten Ngada.

“Kita semua menyadari bencana alam tidak dapat dicegah, tetapi lebih penting adalah bagaimana upaya kita semua untuk dapat meminimalisir dampak yang kemungkinan terjadi akibat bencana tersebut,” katanya

Dia berpesan, setelah adanya relawan Sekolah Gunung di Desa Turekisa, warga harus melanjutkan dan menjaga kebersihan.

“Sehingga di bukit Gunung Manu Solu ini tetap hijau. Dan tidak ada bencana berkaitan dengan tanah longsor,” tukas Aloysius.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Ngada
Previous ArticleRenovasi Rutan Bajawa Telan Dana Rp 4,2 Miliar
Next Article Awasi Pemilu, Panwaskab Manggarai Gandeng Wartawan

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.