Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dinilai Bermutu Rendah, Irigasi Lamba Taga Disoal Warga
NTT NEWS

Dinilai Bermutu Rendah, Irigasi Lamba Taga Disoal Warga

By Redaksi6 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saluran irigasi di Lamba-Taga, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai (Foto: Ano Parman/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Saluran irigasi di Lamba-Taga, Kelurahan Golodukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai diduga bermutu rendah.

Dugaan itu muncul ketika ditemukan sekitar belasan meter lantai irigasi itu sudah rusak. Bahkan, di beberapa titik, hanya diinjak saja sudah amblas. Padahal, irigasi itu baru saja dikerjakan.

Kondisi demikian mendapat sorotan dari Johan, Warga Taga-Ruteng. Kepada VoxNtt.com, Minggu (3/12/2017) mengatakan pekerjaan seperti itu sungguh merugikan petani, terutama yang memiliki areal sawah di samping saluran tersebut.

“Jelas yang rugi orang-orang yang punya sawah di sini,” katanya kesal.

Sebab itu, dia meminta dinas yang memiliki proyek tersebut segera turun ke lokasi guna memeriksa secara utuh hasil pekerjaan itu.

“Untuk bagian-bagian yang rusak, pihak dinas harus suruh lagi kontraktor kerja ulang. Kalau tidak, saluran ini akan hancur bulan ini juga, apalagi bulan ini ke depan hujan terus,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang pekerja yang tak mau disebutkan namanya kepada VoxNtt.com mengaku lantai saluran itu dikerjakan asal cepat tanpa memperhatikan kualitas.

Baca: Irigasi di Lamba Taga Diduga Dikerjakan Asal Jadi

“Ada sekitar 17 meter yang tidak ada batu di bawahnya. Itu hanya alas pakai karung lalu di atasnya disiram kerikil pasir. Jadi, jangan heran kalau diinjak saja lantainya sudah hancur,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengaku bahwa campuran yang digunakan untuk membangun irigasi itu bervariasi. Jadi, kualitas tiap bagiannya berbeda-beda.

“Awalnya 1:8, lalu 1:6: pernah juga 1:10 dan terakhir ini kita pakai takaran gerobak. Tiga gerobak besar dicampur dengan satu sak semen,” jelasnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, kontraktor dan dinas terkait belum bisa dikonfirmasi.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleMenang di Musda HIPMI, Arthur Lay Sambangi Rivalnya Djemy Lasa
Next Article Pantai Ende Dibanjiri Sampah Kiriman

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.