Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Hujan Lebat, Dua Desa di TTU Terendam Banjir
NTT NEWS

Hujan Lebat, Dua Desa di TTU Terendam Banjir

By Redaksi6 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Halaman rumah warga yang sementara terendam banjir
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Akibat hujan lebat yang terjadi selama kurang lebih 2 jam pada Rabu, 6 Desember 2017, Desa Kotafoun dan Mauk’Abatan, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU terendam banjir. Rumah dari 140 KK yang berada di 2 desa tersebut tergenang air.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, banjir setinggi 50 cm yang merendam rumah warga tersebut bermula dari adanya hujan lebat yang terjadi sejak pukul 13.00 hingga 15.00 Wita.

Akibat intensitas hujan yang tinggi, Kali Tantori yang berada di Desa Kotafoun meluap dan membanjiri rumah warga.

Pihak Kepolisian Sektor Biboki Anleu di bawah pimpinan Kapolsek Ipda Kris Kase yang mendapat informasi tersebut langsung turun ke lokasi.Polisi membantu warga yang mengalami musibah.

Kapolsek Biboki Anleu, Ipda Kris Kase saat dihubungi media ini membenarkan adanya bencana alam tersebut.

“Tadi sekitar pukul 13.00 Wita ada hujan yang cukup lebat selama kurang lebih 2 jam, jadi Kali Tantori meluap dan banjir setinggi 50 sentimeter menggenangi rumah 140 KK yang berada di 7 RT di Desa Mauk’Abatan dan sebagian di Desa Kota Foun,” ungkap Kase.

Kata dia, tidak ada korban jiwa dalam bencana benajir tersebut.

Halaman rumah warga yang sementara terendam banjir

“Memang tadi hanya ada 1 rumah yang karena pemiliknya tidak ada dan kebetulan ada ikat babi 2 ekor di rumah situ, jadi pas banjir 2 babi kecil ini yang mati karena terendam banjir sedangkan kalau yang lain dalam kondisi aman dan saat ini masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa,” ungkap Kase.

Dia menambahkan,  saat turun ke lapangan Rabu sore, dirinya sudah menghimbau kepada kepala desa dan seluruh masyrakat agar terus waspada guna mengantisipasi terjadinya banjir susulan.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleJadi Tersangka Kasus Pencabulan, Gaji Oknum Guru di TTU Ditahan
Next Article Ini Pesan Dr. Aqua Kepada TNI-Polri Saat Sharing di Ende

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.