Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PMKRI Desak Pemkab Matim Segera Perbaiki TPT Jembatan Wae Laing
NTT NEWS

PMKRI Desak Pemkab Matim Segera Perbaiki TPT Jembatan Wae Laing

By Redaksi9 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
TPT jembatan Wae Laing yang ambruk akibat hujan lebat mengguyur pada Kamis, 23 November 2017 (Foto: Adrianus Aba)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) segera memperbaiki Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jembatan Wae Laing.

TPT jembatan yang berlokasi di Wae Laing, Kampung Lompong, Desa Golo Lembur, Kecamatan Lamba Leda itu ambruk setelah hujan mengguyur pada 23 November lalu.

“Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng St Agustinus mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  Manggarai Timur berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk segera memperbaiki TPT Jembatan Wae Laing,” ujar Ketua Presidium PMKRI Ruteng, Dionisius Upartus Agat kepada VoxNtt.com, Sabtu (09/12/2017).

Desakan Patris tersebut, setelah sebelumnya Plh. Kepala Dinas PUPR Matim, Yosep Marto mengatakan kerusakan itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor yang mengerjakan proyek Jembatan Wae Laing.

Baca: TPT Jembatan Wae Laing Ambruk, Begini Respon Dinas PUPR Matim

Apalagi lanjut dia, jalur Benteng Jawa menuju Lamba Leda bagian timur itu merupakan jalur vital untuk pergerakan ekonomi masyarakat. Jika tidak segera diperbaiki, maka ruas jalan itu terancam putus total.

“Perbaikan TPT penting dan mendesak, untuk melancarkan kembali aktivitas warga pengguna jalan,” tukas Patris.

Dia juga berharap agar perbaikan kualitas bangunan dan pekerjaan mesti ditingkatkan, sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Pantauan VoxNtt.com, TPT kurang lebih setinggi tiga meter sebelah barat Kali Wae Laing tersebut pecah dan ambruk.

Sebagian sisa tembok dan batu hanyut terbawa banjir. Batu-batu yang lain juga masih tersisa di dasar Kali Wae Laing.

Selanjutnya, bahu jalan Benteng Jawa-Bawe terancam putus total jika TPT yang ambruk tersebut tidak segera diperbaiki.

Sejumlah warga Kampung Lompong saat berbincang-bincang dengan VoxNtt.com di lokasi mengatakan, hujan yang mengguyur Kamis kemarin itu sejak pukul 13.00 Wita hingga sore hari.

Baca: Hujan Lebat, TPT Jembatan Wae Laing Ambruk

Hujan yang lebat tersebut menyebabkan Kali Wae Laing mengalami banjir besar. Bahkan, TPT yang dibuat bersamaan dengan jembatan Wae Laing pada tahun 2016 lalu tersebut ambruk.

Warga berharap agar Pemkab Matim segera memperbaiki TPT yang ambruk tersebut agar jalan Benteng Jawa-Bawe tidak terganggu.

Untuk diketahui, TPT yang ambruk tersebut merupakan satu paket pembangunan dengan Jembatan Wae Laing pada tahun 2016.

Pembangunan jembatan yang dikerjakan CV Gondang tersebut telah menelan anggaran Rp 2.045.360.000.

Anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk Matim tahun anggaran 2016.

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleMendikbud Undang PENA NTT untuk Bahas Masalah Pendidikan di NTT
Next Article Guru dan Perawat Pertanyakan Rencana Tambahan Penghasilan untuk ASN

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.