Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lagi, Ruas Jalan Nangaba-Maukaro Tertutup Longsor
Regional NTT

Lagi, Ruas Jalan Nangaba-Maukaro Tertutup Longsor

By Redaksi10 Desember 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruas jalan Nangaba-Maukaro kembali tertimbun longsor setelah hujan mengguyur wilayah Nangaba (Foto : Djolan Rinda)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Longsor kembali menutup ruas jalan yang menghubung Nangaba, Kecamatan Ende ke Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa alam ini terjadi dipicu hujan deras mengguyur wilayah setempat pada Minggu, (10/12/2017) pukul 15.00 Wita.

Emanuel Tonggo, warga Desa Jejaraja mengatakan, peristiwa longsor terjadi di Desa itu persis pada lokasi longsor sebelumnya. Material longsor berupa batu bercampur tanah menutup bahu jalan hingga kendaraan tidak dapat melintas.

Ia menjelaskan, longsor yang terjadi pada lokasi yang sama setelah sebelumnya dibersihkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ende belum lama ini.

Di lokasi itu, sebut Emanuel, ketinggian tebing berkisar 10 hingga 15 meter sehingga perlu dilakukan penggusuran sistem trap serta dibangun tembok penyokong untuk menahan material batu dan tanah.

“Kalau tidak bisa longsor terus terjadi selama musim hujan ini. Kami masyarakat minta bisa bangun juga penyokong,”kata Emanuel.

Warga lain, Firmus Remianus menjelaskan, akibat longsor tersebut akses transportasi masyarakat tujuh desa menjadi tersendat.

Firmus menyebutkan, tujuh desa dimaksud yaitu, Desa Wawonato, Desa Jejaraja, Desa Woropapa, Nua Ja, Wologai Satu, Wologai Dua dan Desa Jamokeasa.

“Semua pasti terhambat karena banyak desa berpotensi hasil komoditi. Kita berharap agar bisa secepatnya membersihkan ruas jalan tersebut,”ujar Firmus.***

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende
Previous ArticleAktivis PMKRI Dipukul, Polres Manggarai Langgar Perkap
Next Article Pungut Sampah Hari Pertama di Labuan Bajo Berlangsung Lancar

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.