Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kurang Empat Dokter Speasialis Alasan RSD Aeramo Masih Tipe D Pratama
KESEHATAN

Kurang Empat Dokter Speasialis Alasan RSD Aeramo Masih Tipe D Pratama

By Redaksi12 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Acara peluncuran RSD Aeramo, Jumat, 8 Desember 2017
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay Vox NTT-Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, telah diresmikan dengan status tipe D Pratama pada Jumat, 8 Desember 2017 lalu.

Bupati Nagekeo Elias Djo mengatakan, salah satu kendala RSD Aeramo masih status tipe D Pratama karena hingga kini mengalami kekurangan empat dokter spesialis.

Keempat dokter tersebut antara lain; spesialis anak, bedah, kebidanan, dan kandungan.

“Seharusnya setiap rumah sakit harus memiliki empat orang dokter spesialis, dan itu syarat yang paling mendasar,” kata Elias Djo, belum lama ini.

Saat ini kata dia, hanya terdapat dokter spesialis penunjang anestesi dan spesialis ahli bedah.

‎”Tapi saya janji tahun depan dokter-dokter yang masih kurang akan terpenuhi semua,” katanya.

Elias Djo menambahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Nagekeo, RSD Aeramo memang harus naik kelas ke tipe C.

Namun saat dirinya berkomunikasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nagekeo, RSD Aeramo belum bisa ke tipe C untuk tahun ini. Itu karena harus membuntuhkan evaluasi lebih lanjut oleh Dinkes Pemprov NTT, terutama soal kekurangan empat dokter spesialis tersebut.

“Saya sangat yakin tahun depan kita sudah bisa naik kelas ke Tipe C, dan juga fasilitas-fasilitas kesehatan pada RSD Aeramo sudah lengkap,” ujar Elias Djo.

Terpisah, Kepala Dinkes Nagekeo Elya Dewi mengatakan, keberadaan RSD Aeramo ini merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dewi menjelaskan, RSD Aeramo berada di atas lahan seluas 9,5 hektare. Dia telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenkes Nomor 24 tahun 2004 tentang klasifikasi rumah sakit Tipe D.

Baca: Pemkab Nagekeo Klaim RSD Aeramo Hadir Jawab Kebutuhan Masyarakat

Dia juga membeberkan sejumlah fasilitas yang dimiliki rumah sakit itu antara lain, ruangan pelayanan medik umum, pelayanan gawat darurat, pelayanan penunjang non klinik, pengelolaan gas medik, penampungan air bersih, penunjang klinik, ruangan VCT untuk HIV/AIDS, polik klinik anak, polik klinik jalan, dan lain-lain.

 

Penulis: Arkadius Togo‎
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleDitanya Soal OTT, Wakapolres Manggarai Berkelit
Next Article Di Ende, Mobil Plat Merah Angkut Makanan Kambing

Related Posts

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.