Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Tani Mubazir, Warga Rana Loba Kesal dengan Dinas Pertanian Matim
Regional NTT

Jalan Tani Mubazir, Warga Rana Loba Kesal dengan Dinas Pertanian Matim

By Redaksi16 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan di tengah sawah milik petani di Rana Loba yang mubazir (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Warga Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong mengaku kesal dengan Dinas Pertanian Manggarai Timur (Matim).

Kekesalan warga dipicu oleh karena dinas itu telah membuka jalan tani di tengah sawah milik mereka, namun tidak dilanjutkan.

Jalan tani di persawahan Rana Loba dibuka pada tahun 2015 lalu. Kini,  terkesan mubazir karena tidak dilanjutkan.

Emil Ndaru, salah satu warga Rana Loba kepada VoxNtt.com di Borong, Sabtu (16/12/2017), mengatakan sawah milik petani digusur untuk membuka jalan tani Bugis-Cambir pada tahun anggaran 2015 yang lalu.

Dia kesal lantaran jalan itu hingga kini tak dilanjutkan Dinas Pertanian Matim.

“Kami pemilik sawah kecewa karena selama dua tahun tidak dikelola karena sudah digusur dengan alasan untuk membuka jalan baru, ternyata sampai saat ini tidak dikerjakan,” ungkap Emil.

Kata dia, ada sebagian jalan terpaksa dibersihkan oleh seorang petani setempat. Itu karena dipenuhi rumput liar.

“Kami bingung, apakah proyek ini menggunakan uang negara atau tidak? Sehingga dibuang begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Kami juga bingung, apakah dibangun hanya sebatas ini? Dibangun untuk mubazir,” ujar Emil.

Menurut dia, masyarakat di Rana Loba merasa dirugikan karena lahan sawah yang digusur untuk jalan tani. Namun sampai hari ini belum dilanjutkan.

“Jika tahun depan tidak ada tindak lanjut,  maka kami akan tutup jalan tersebut dan membuka sawah. Kami sangat kesal dengan pemerintah. Kami sudah menyodorkan surat pembebasan lahan untuk digusur tetapi akhirnya jalan ini pengerjaanya tidak jelas,” katanya.

Sementara itu, hingga  berita ini dirilis pihak Dinas Pertanian Matim belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleJika Usung MS, PDIP Dinilai Tidak Dengar Suara Rakyat NTT
Next Article KPU Kabupaten Nagekeo Gelar Sosialisasi Pencalonan

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.