Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi-puisi Reinard L. Meo
Sastra

Puisi-puisi Reinard L. Meo

By Redaksi16 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: http://www.tulisannada.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Der Sonntag*

Sudahkah kita datang atau punya waktu untuk rebah: sebagai si miskin yang dahaga ke hadapan Mahakaya yang Raya? Dalam hening. Dalam khusyuk. Dalam tak terbilang sesal dan ujud?

(Der Sonntag: Hari Minggu)

Desember, 2017

 

Die Wirklichkeit*

bahwa hidup hanyalah

perjalanan melabrak usia

perjalanan menuju tua

barangsiapa siaga

akan tiba dengan tak terhingga suka

barangsiapa lupa

akan sampai dengan tak terhitung duka

bahwa hidup hanyalah

perjalanan melabrak usia

perjalanan menuju tua

: lalu abadi. atau sepi

(Die Wirklichkeit: Kenyataan)

Desember, 2017

 

Das Gedicht*

: Margareth

Di kota yang dingin ini

Kau adalah kehangatan tiada usai

Kau telah menjelma jadi alasan-alasan

Untuk makin jatuh dalam cinta

Adakah kau memang

Ditakdirkan untuk jadi: Puisi?

(Das Gedicht: Puisi)

November, 2017

______________

*Reinard L. Meo: menyukai perjalanan sambil sesekali menulis dan memotret.

Antologi perdana atas puisi-puisinya berjudul ‘Segala Detikmu’. Tinggal di Bajawa.

Reinard dan Struktur Kompleks Sempurna dari Puisi

Oleh Hengky Ola Sura
Redaksi Seni Budaya Voxntt.com

Mendalami tiga puisi dari Reinard L. Meo kali ini adalah membaca narasi kehidupan yang penuh dinamika. Pada puisi pertama dan kedua saja Reinard membangkitkan kesadaran pembaca secara amat bernas untuk ‘pulang’ pada sebuah kesadaran memperbaharui diri. Dibandingkan dengan khotbah panjang yang bikin jenuh, puisi pertama dan kedua sudah jadi pelajaran paling berarti.

Yang khas dari tiga puisi pendek Reinard kali ini adalah struktur kompleks yang dibangunnya dalam puisi. Dari diksi, citraan, bahasa kias, nilai bunyi dan emosi sudah sangat memenuhi struktur-struktur kompleks tersebut. Tanpa menjelaskan secara detail beberapa struktur kompleks tersebut di atas pembaca sudah cukup paham kedalaman dan pesan dari puisi-puisk Reinard.

Pada puisi ketiga yang secara khusus dipersembahkan bagi Margareth, Reinard ikut mengangkat kemuliaan puisi. Diri pribadi seseorang bisa jadi adalah juga pelecut untuk menulis, termasuk menulis puisi. Puisi untuk Margareth adalah contoh puisi untuk kekasih yang sangat mengharukan

Previous ArticleIni Upaya Unimor Perkenalkan Potensi Lokal TTU
Next Article ASN di Matim Diminta Jaga Netralitas dalam Pemilu

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.