Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kondisi Lapen Senilai Rp 1 Miliar di Watu Ci’e Memprihatinkan
NTT NEWS

Kondisi Lapen Senilai Rp 1 Miliar di Watu Ci’e Memprihatinkan

By Redaksi5 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi aspal yang baru berusia dua bulan dan sudah mulai rusak serta gelembung (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kondisi proyek jalan lapen di Watu Ci’e-Golo Tenda-Kampung Pocong, Kelurahan Bangka Leleng, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) sungguh memprihatinkan.

Pantauan VoxNtt.com, Jumat (05/01/2018), di beberapa titik pengerjaan lapen itu tampak aspalnya sudah terkelupas. Padahal baru selesai dikerjakan dua bulan lalu.

Di beberapa titik juga, aspal tampak gelembung kendati sudah ditambal oleh pihak kontraktor pelaksana.

Selain itu, di beberapa titik bahu aspal sudah mulai terkikis air.

Warga setempat pun mengaku kecewa dengan kualitas pengerjaan aspal jalan itu.

“Kami kecewa sekali dengan kondisi jalan ini. Usianya baru dua bulan, tetapi jalannya sudah rusak begini,” ungkap warga Golo Tenda yang enggan menyebutkan namanya kepada VoxNtt.com, Jumat.

Dia berharap pihak Dinas PUPR Matim bisa melihat kondisi jalan yang sungguh memprihatinkan itu. Sehingga, kualitas buruk yang ditunjukkan pihak pemilik proyek bisa ditindak tegas.

“Dinas atau pun pihak terkait mesti tindak tegas kontraktor yang kerja proyek ini. Kerja asal-asal saja. Kasian uang Negara kalau kondisi ini dibiarkan,” tandasnya.

Dia juga mengaku kecewa dengan kontraktor proyek itu, karena ada titik-titik jalan yang tidak dikerjakan.

Padahal menurut warga, titik itu harus dikerjakan. Kondisi jalannya sangat parah.

“Kami tanya, kenapa titik ini tidak dikerjakan. Mereka bilang, masalah aturan. Kami juga bingung, aturan apa yang dimaksudkan,” tukas sumber itu.

Dalam papan tender proyek pengerjaan jalan itu sudah tidak ada di lokasi.

Namun, berdasarkan penelusuran VoxNtt.com di LPSE dinas PU Matim tahun 2017, peningkatan jalan Watu Cie-Golo Tenda- Pocong dengan pagu dana sebesar Rp 1.000.000.000,00 dan HPS Rp 992.212.000,00.

Pemenang proyek itu ialah CV Surya Karya dengan alamat Wae Buka, Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak Dinas PUPR Matim belum berhasil dikonfirmasi.

 

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleJaga Pilkada Nagekeo, Polri dan TNI Kerahkan Kekuatan Penuh
Next Article Diduga Rem Blong, Mobil Dump Truck Terperosok ke Jurang di Jalur Kembur-Lehong

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.