Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di TTU, Sebanyak 65 Desa Belum Masuk Listrik
HEADLINE

Di TTU, Sebanyak 65 Desa Belum Masuk Listrik

By Redaksi15 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Manajer PLN Rayon Kefamenanu,Carlos Neves
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Sebanyak 65 desa di sejumlah kecamatan di kabupaten TTU hingga saat ini belum menikmati listrik.

Itu diantaranya terdapat di kecamatan Mutis, Miomafo Tengah, Miomafo Timur, Bikomi Selatan serta kecamatan Insana.

Selain itu, sebaran desa yang belum dialiri listrik juga terdapat di kecamatan Biboki Selatan, Biboki Moenleu dan juga Biboki Feotleu serta sejumlah kecamatan lainnya.

“Masih ada sekitar 65 desa lebih di TTU yang belum ada listrik,itu tersebar di sejumlah kecamatan” jelas Manajer PLN Rayon Kefamenanu, Carlos Neves saat ditemui media ini di sela-sela kesibukannya memantau perbaikan gardu listrik di kelurahan Tubuhue kecamatan Kota Kefamenanu pada Senin (15/01/2018).

Carlos kepada media ini menjelaskan bahwa sejak tahun 2017 lalu pihaknya sudah menargetkan untuk memasang listrik di 52 desa.

Hal itu ditandai dengan adanya pendropingan material seperti tiang listrik ke 52 desa tersebut.

Namun jelas Carlos, pemenuhan target tersebut sedikit terhambat lantaran sulitnya akses transportasi dan juga izin untuk memasang tiang listrik di kawasan hutan .

“Kalau pembebasan lahan dari masyarakat tidak ada kendala karena memang masyarakat sangat antusias untuk listrik masuk ke desa mereka hanya kita kesulitan di akses transportasi untuk pendropingan material serta ijin untuk melintasi kawasan kehutanan” tutur Carlos.

Lebih jauh Carlos menegaskan bahwa meskipun menemui banyak kendala, pihaknya optimis pada tahun 2018 ini target 52 desa yang dialiri listrik akan tercapai.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Irvan K

TTU
Previous ArticleLongsor di Mukun-Paan Leleng Belum Dibersihkan, Warga Resah
Next Article Mereka Peduli dengan Sendi Kehidupan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.