Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Longsor di Mukun-Paan Leleng Belum Dibersihkan, Warga Resah
NTT NEWS

Longsor di Mukun-Paan Leleng Belum Dibersihkan, Warga Resah

By Redaksi15 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dua warga sedang memotret titik longsor di tikungan Wangkung, Desa Benteng Raja (Foto: Adrianus Aba/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Longsor yang menutup badan jalan Mukun-Paan Leleng di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) pada Sabtu, 6 Januari 2018 lalu, tak hanya melumpuhkan transportasi, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga.

Terhitung ada dua titik longsor besar di atas ruas jalan milik Provinsi NTT tersebut. Dua titik itu yakni terdapat di Wae Lekot dan tikungan Wangkung, Desa Benteng Raja.

Benteng Raja adalah desa tetangga Paan Leleng.

Warga setempat resah. Jika terus dibiarkan tanpa ada pembersihan maka berpotensi melumpuhkan aktivitas ekonomi di atas ruas Mukun-Paan Leleng. Pasalnya, ruas itu sangat vital bagi warga Kecamatan Kota Komba bagian utara dan Elar Selatan.

Fitalis Jehami, warga Desa Benteng Raja mengaku sejak bencana longsor terjadi pada 6 Januari lalu, pemerintah belum membersihkannya.

“Jalan ini akses satu-satunya menuju Mukun. Mungkin bisa pemerintah datangkan exa (exavator) untuk membersihkan ini,” kata Fitalis kepada sejumlah awak media di titik longsor, Senin (15/01/2018).

Sementara itu, Kepala BPBD Matim Anton Dergong mengatakan, longsor ite terjadi di atas ruas jalan Provinsi NTT.

Kendati demikian, BPBD Matim sudah menyuruh stafnya ke lapangan untuk memeriksa titik longsor.

“Laporan kami sudah sampaikan ke provinsi (BPBD NTT),” jelas Dergong saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin sore.

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticlePPL Desa di Satarmese Utara Diharapkan Jaga Integritas
Next Article Di TTU, Sebanyak 65 Desa Belum Masuk Listrik

Related Posts

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.