Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Diduga Bermasalah, Inspektorat Matim Belum Periksa Irigasi di Paan Leleng
Regional NTT

Diduga Bermasalah, Inspektorat Matim Belum Periksa Irigasi di Paan Leleng

By Redaksi20 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Inspektorat Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Inspektorat Manggarai Timur (Matim) mengaku belum melakukan penyelidikan terkait proyek irigasi di Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba.

Sebelumnya, aliansi petani Desa Paan Leleng saat menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati Matim menduga pengerjaan proyek irigasi itu dikorupsi.

“Kami belum turun cek ke lokasi. Sementara waktu, kami masih ada kesibukan lain,” ujar Kepala Inspektorat Matim, Mikael Kenjuru saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui telepon selulernya, Sabtu (20/01/2018) pagi.

Kendati masih ada kesibukan lain, namun Kenjuru berjanji tetap akan turun ke lokasi untuk mengecek kondisi irigasi tersebut.

“Kita ada rencana untuk melalukan pengecekan lokasi yang dimaksud. Tetap kita lakukan itu,” katanya.

Dikabarkan sebelumnya, Firman Jaya Koordinator lapangan dari aliansi masyarakat Desa Paan Leleng mengungkapkan ada proyek irigasi yang diduga dikorupsi di wilayahnya.

Irigasi itu digunakan hanya satu orang saja. Asas manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat umum.

“Kami menduga ada korupsi. Pengerjaan irigasi itu sarat nepotisme. Jika ada nepotisme pasti ada korupsi di sana,” ujar Firman Jaya.

“Oleh karena itu pak Bupati, kami meminta bupati segera perintahkan Inspektorat untuk melaksanakan fungsi pengawasan di daerah ini. Jadi tugasnya Inspektorat harus melakukan proses penyeledikan di sana,” tambahnya.

Firman Jaya menegaskan, jika tidak segera ditanggapi oleh Pemkab Matim maka mereka akan melaporkan dugaan korupsi tersebut ke aparat penegak hukum.

Laporan itu nantinya diharapkan segera ada proses penyelidikan.

“Sehingga kalau terbukti akan dikenakan pidana. Biar keadilan ini bisa ditegakkan,” tegasnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleKesan untuk Marselis, Bupati Deno: Kami Berdua Pernah Duduk di Trotoar
Next Article Hajatan Coklit KPU Manggarai di SLB Karya Murni Disambut Antusias Siswa

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.