Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Banjir di Nangapanda, Empat Rumah Hanyut
NTT NEWS

Banjir di Nangapanda, Empat Rumah Hanyut

By Redaksi24 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bencana di Nangapanda Kabupaten Ende, NTT, empat buah rumah hanyut dan dua rumah terancam (Foto: Daiful Denjer)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Empat rumah dilaporkan hanyut dihantam banjir disertai gelombang laut di Lingkungan 1 Warukesu, RT 01, RW 01, Kelurahan Ndorurea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, NTT.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (23/01/2018) sekitar pukul 24.00 Wita.

“Ya, benar kejadian tadi malam. Empat rumah hanyut total,” kata Daiful Denjer, warga Nangapanda, Rabu pagi (24/01/2018).

Empat rumah yang disebut Daiful yakni milik Ibrahim Iman Haji, Haryanto Ibrahim, Sultan M. Nur dan Abu Gelar.

Ia menyebutkan, empat rumah di bantaran Sungai Nangapanda tersebut tak ada yang sisa setelah dihantam banjir disertai gelombang laut.

“Banjir dan pasang naik. Kita sedang upaya untuk membersihkan,” ucap dia terpisah.

Sedangkan dua rumah yang terancam, sebut Daiful, adalah milik Ahmad Bhanggo dan Ansar Bayer.

Ia menjelaskan, dua rumah tersebut sudah mulai terancam hanyut sejak satu minggu lalu. Itu disebabkan, hujan deras yang mengguyur wilayah setempat.

“Kami benar-benar kaget. Tiba-tiba rumah hanyut. Tidak ada korban jiwa,” ucap dia.

Selain rumah, kata Daiful, rabat beton sepanjang 60 meter terbawa air. Begitupun juga dengan beberapa pohon kelapa milik warga sekitar.

“Korban nginap sementara di rumah warga sekita. Ini termasuk sangat darurat,” ucap dia.

Sementara Kepala BPBD Ende, Albert Yani belum dapat dikonfirmasi. Setelah, VoxNtt.com menyambangi kantornya, Rabu pagi, dikabarkan Yani sedang mengikuti suatu acara peresmian di Kecamatan Ndona.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleSirajudin: Wakil Bupati Bukanlah Ban Serep
Next Article DPRD Matim Dorong Agar Gaji Bosda Diterima di Setiap Ibu Kota Kecamatan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.