Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Gerebek Tempat Sabung Ayam di Nagekeo: Polisi Bawa Ayamnya, Pelaku Tidak Diamankan
HUKUM DAN KEAMANAN

Gerebek Tempat Sabung Ayam di Nagekeo: Polisi Bawa Ayamnya, Pelaku Tidak Diamankan

By Redaksi24 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi sabung ayam
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Sejumlah warga yang enggan menyebutkan namanya mempertanyakan kinerja Polsek Aesesa saat penggerebekan tempat perjudian sabung ayam di Nggolo Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo pada Jumat, 19 Januari lalu.

Pasalnya, berdasarkan pemberitaan salah satu media online di Nagekeo, dalam penggerebekan itu polisi hanya berhasil membawa pulang 5 ekor ayam. Sementara pelaku perjudian tidak diamankan.

Kapolsek Aesesa AKP Ahmad tak menampik adanya aksi penggerebekan di Nggolo Mbay tersebut.

Dia menceritakan, pada Jumat, 19 Januari lalu pihaknya bersama camat Aesesa Pius Dhari dan beberapa media melakukan penggrebekan tempat perjudian sabung ayam di Nggolo Mbay.

Namun lanjut AKP Ahmad, para pelaku tidak diamankan lantaran saat penggerebekan tidak ada aktivitas perjudian.

“Saat kita ke TKP mereka masih berada di luar areal perjudian itu dan belum melakukan apa-apa. Pas kita masuk mereka lari semua. Sementara ayam mereka buang, sehingga cuman ayam kita amankan,” ujar AKB Ahmad saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (24/01/2018).

Menurutnya saat itu polisi langsung membongkar tempat perjudian yang dibuat dari tarpal tersebut.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleSoal Korupsi di Matim, John Nahas vs Niko Martin Saling Serang
Next Article Anggota DPRD Manggarai Kritik Keterlambatan Gaji ASN

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.