Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemda TTU Alokasikan Rp 70 juta untuk Budidaya Ikan Air Tawar
Regional NTT

Pemda TTU Alokasikan Rp 70 juta untuk Budidaya Ikan Air Tawar

By Redaksi30 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten TTU, Alfons Ukat. (Foto: Eman Tabean)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Pemerintah Daerah Kabupaten TTU, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan akan mengalokasikan dana Rp 70 juta untuk budidaya ikan air tawar menggunakan anggaran tahun 2018.

Adapun jenis ikan yang dibudidayakn, antara lain Lele, Karpel serta Nila. Dana sebesar Rp 70 juta itu, sejatinya akan dialokasikan untuk pembelian induk ikan, serta pakan untuk selanjutnya dibudidayakan di Kolam Oeluan yang terletak di Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti.

“Kita, dengan uang yang ada rencananya mau beli induk ikan sampai puluhan ribu ekor, serta persiapan pakan karena memang 2 hal ini, yang biasanya butuh uang yang banyak, rencananya dalam waktu dekat sudah mulai berjalan,” jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten TTU, Alfons Ukat saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (30/01/2018).

“Induk ikan itu, nanti setelah dibudidayakan baru kita bagi benihnya ke masyarakat untuk dipelihara dan dikembangkan,” jelasnya.

Alfons kepada media ini, juga menjelaskan, target penerimaan asli daerah (PAD) yang diberikan kepada pihaknya untuk tahun 2017 sebesar Rp 70 juta.

Namun, pihaknya hanya berhasil mencapai 60% dari target yang diberikan. Ditanya terkait alasan rendahnya prosentase target PAD yang dipenuhi pihaknya, Alfons menjelaskan, hal tersebut disebabkan oleh umur induk yang sudah tua, sehingga produksi benih ikan jadi menurun.

Selain itu, debit air di lokasi pengembangan ikan yang sangat kurang, juga menyebabkan produksi benih ikan ikut menurun.

Lebih jauh, Alfons mengatakan, target PAD yang diberikan kepada pihaknya untuk tahun 2018 ini masih tetap Rp 70 juta.

Ia optimis, dengan adanya penambahan induk ikan yang baru, maka produksi ikan akan bertambah dan hasilnya pun akan semakin meningkat.

“Pasti target PAD tahun 2018 akan tercapai, karena induk kita beli langsung dari Sukabumi. Selain itu, Kabid yang membidangi ini juga, saya suruh menginap di lokasi kolam ikan di Oeluan, biar pengontrolan bisa maksimal,” kata Alfons.

Penulis:Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin

TTU
Previous ArticleKondisi Gedung Perpustakaan Daerah TTU Memprihatinkan
Next Article Maju Pilkada Matim, Paket Merpati Gelar Ritus Wuat Wa’i di Rokat Kota Komba

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.