Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»BPBD Mabar Diminta Urus Longsor di Wae Ara Lembor
Regional NTT

BPBD Mabar Diminta Urus Longsor di Wae Ara Lembor

By Redaksi6 Februari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Material longsor di mulut Jembatan Wae Ara, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Manggarai Barat diminta segera mengurai longsor di mulut jembatan Wae Ara, Kecamatan Lembor.

Pasalnya, sudah seminggu material longsor itu menumpuk di mulut jembatan penghubung Kecamatan Lembor dengan Lembor Selatan itu.

Akibatnya kejadian tersebut, lalu lintas menjadi terganggu. Soalnya, material longsor yang tumpah dari tebing di sebelah utara jembatan itu sudah menutup sebagian badan jalan.

Faus, pengemudi mobil angkutan penumpang jurusan Malawatar-Reweng mengaku peristiwa itu terjadi sekitar akhir bulan Januari 2018 lalu. Saat itu, wilayah Lembor dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

“Longsor ini terjadi pas hujan sekitar seminggu lalu,” katanya kepada VoxNtt.com, Minggu (4/2/2018).

Sejak saat itu, kata Faus, tiap pengemudi yang melintasi jalur tersebut terpaksa mengurangi laju kendaraannya agar terhindar dari kecelakaan.

“Kalau tidak hati-hati pasti kecelakaan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Sius, menyesalkan sikap Pemkab Manggarai Barat yang lamban merespon longsor tersebut.

“Ini sudah satu minggu, tapi belum diperhatikan (pemerintah),” katanya.

Sebab itu, dia mendesak BPBD Kabupaten Manggarai Barat segera turun tangan agar masalah itu tak berlarut-larut.

“Dinas yang mengurus bencana harus turun tangan supaya ini selesai,” pungkasnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticlePenyidikan Dugaan Korupsi Rastra Desa Waling Menampar Muka Kapolri
Next Article Gelar MPAB, Anggota IMAPER Harus Keluar dari Zona Nyaman

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.