Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»MNPK: Kebanggaan Pemkab Matim di Bidang Pendidikan Tidak Masuk Akal Sehat
HEADLINE

MNPK: Kebanggaan Pemkab Matim di Bidang Pendidikan Tidak Masuk Akal Sehat

By Redaksi8 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi ruangan kelas SMAN 4 Lamba Leda (Foto: Pastor Darmin)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-  Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Pastor Vinsensius Darmin Mbula, mengkritisi kondisi pendidikan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Pastor Fransiskan anggota Ordo Fratrum Minorum (OFM) itu mengaku, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim selalu membanggakan keberhasilan dalam sektor pendidikan.

Namun menurut Pastor Darmin, kebanggaan itu sulit diterima dengan akal sehat. Itu terutama karena kondisi sejumlah sekolah sangat buruk dan tentu saja tidak cocok untuk zaman sekarang.

“Selama ini Pemkab Manggarai Timur  selalu membanggakan keberhasilan  dalam sektor pendidikan. Akan tetapi sulit saya menerima dengan akal sehat ketika melihat kondisi sekolah seperti untuk zaman sekarang ini. Kondisi sekolah-sekolah seperti amat sangat memprihatinkan,” ujar Pastor Darmin kepada VoxNtt.com, Kamis (08/02/2017).

Ia mencontohkan, SDN Watu Lando dan SMAN 4 Lamba Leda di Kecamatan Lamba Leda yang hingga kini memprihatinkan.

Baca: Presidium MNPK Soroti Kondisi Pendidikan di Matim

Di dua sekolah tersebut hanya membangun gedung darurat oleh masyarakat setempat.

Bangunan yang dijadikan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) terbuat dari bambu.

Kondisi SDN Watu Lando

Anyaman bambu dirancang untuk dijadikan dinding bangunan. Lantai bangunan kelas pun masih tanah, berbeda dengan sekolah-sekolah lain di daerah maju.

Saat ini memang SMA dan SMK sudah di bawah tanggungjawab Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Karena itu, dia berharap agar Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) agar sungguh-sungguh memperhatikan saat mendirikan SMAN.

“Bukan hanya sekedar memperbanyak gedung sekolah, tetapi juga memperhatikan sarana dan prasarana, proses pembelajarannya dan kesejahteraan guru-gurunya. Semoga gubernur (NTT) yang akan dating sungguh-sungguh memprioritaskan kualitas pendidikan,” harap Pastor Darmin.

 

Penulis: Adrianus Aba   

Kabupaten Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleFrans Sarong Berkomitmen Meretas Keterisolasian Matim
Next Article Bupati Ray Fernandes Datangi Kejari TTU

Related Posts

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.