Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Polda NTT Lamban Tangani Kasus Aldo Febrianto
NTT NEWS

Polda NTT Lamban Tangani Kasus Aldo Febrianto

By Redaksi14 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mantan Kasat Reskrim Polres Manggarai, Aldo Febrianto (Foto: Jhon Manasye/Media Indonesia).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, Adrianus Jeheman menilai Polda NTT lamban mengusut kasus tangkap tangan Mantan Kasat Reskrim Polres Manggarai, Aldo Febrianto.

“Kami melihat proses pengusutan kasus Aldo oleh Polda NTT sangat lamban. Sebab sampai saat ini tidak ada sama sekali perkembangan atau hasil penyidikan dari polda NTT sendiri. Padahal, kasus ini terjadi akhir 2017 kemarin,” ujar Jeheman saat ditemui di Sekretariat GMNI, Selasa (13/2/2018).

Senada dengan Jeheman, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng, Dionisius Patrisius Agat menduga lambannya proses tersebut disebabkan karena andil dari internal Polda NTT sendiri.

“PMKRI Cabang Ruteng menduga adanya upaya dari internal kepolisian melindungi tersangka dalam kasus OTT yang melibatkan Mantan Kasat Reskrim Polres Manggarai,” katanya.

Dugaan itu menguat lantaran sampai sekarang Polda NTT belum memberi kejelasan, padahal kasus itu terjadi pada pertengahan bulan Desember 2017 lalu.

“Adalah sebuah kebohongan besar apabila Polda NTT tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut. Kami yakin praktik korupsi akan meningkat di NTT karena tidak adanya komitmen institusi Polri dalam menyelesaikan kasus korupsi yang melibatkan anggotanya,” tegas Agat.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda NTT belum memberi konfirmasi, meski sudah dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (14/2/2018).

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticlePanwaslu Nagekeo Gelar Deklarasi Tolak Politik Uang
Next Article Hari Ini, KPK Geledah Kantor Bupati Ngada dan PT Sinar 99 Permai

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.