Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Baru Selesai Dikerjakan, Tembok Penahan Sungai Maubusa Ambruk 
Regional NTT

Baru Selesai Dikerjakan, Tembok Penahan Sungai Maubusa Ambruk 

By Redaksi19 Februari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi tembok penahan sungai Maubusa yang ambruk sudah dibuat beronjong (Foto:Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT– Tembok Penahan sungai Maubusa di Desa Asumanu, kecamatan Raihat, Belu yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu sudah amburuk diterjang banjir.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, tembok penahan tersebut baru  dikerjakan pada bulan Juli 2017 dengan panjang tembok sekitar 400 meter.

Pantauan VoxNtt.com, Senin (18/2/2018), panjang tembok penahan yang ambruknya mencapai 27 meter dan letaknya berada di bagian tengah sungai.

Untuk mencegah kerusakan lebih parah, saat ini bagian yang ambruk sudah dipasang bronjong guna menahan keseimbangan tembok penahan lain.

Masyarakat sekitar khwatir longsor akan semakin mepet dengan lokasi persawahan jika tidak ada perbaikan dan respon yang baik dari kontraktor dan petugas PU.  Pasalnya  tembok penahan itu  dekat dengan areal persawahan warga.

Ansel, warga setempat menuturkan, tembok penahan yang ambruk diakibatkan saat terjadi banjir besar pada Bulan Desember 2017.

“Tembok Penahan sungai ini rusak pada pertama kali banjir besar turun ke sini. Air banjirnya sangat besar karena ini merupakan pertemuan aliran beberapa sungai” ujar Ansel.

Ansel menambahkan, dengan kondis tembok penahan yang sudah rusak, apabila ada banjir lagi, bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleOrangtua Murid SDI Nggari Iri Hati Sekolah Lain dapat PIP
Next Article Setelah Soppan, Kini Giliran Aman Dukung Merpati

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.