Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Puluhan Rumah di Kefamenanu Terancam Longsor
Regional NTT

Puluhan Rumah di Kefamenanu Terancam Longsor

By Redaksi23 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi tanah longsor yang saat ini mengancam rumah puluhan warga di Kefamenanu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Puluhan rumah warga yang berada di sepanjang pinggiran kali Tauf, RT 58 dan RT 64, Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat ini terancam terkikis tanah longsor.

Pantauan VoxNtt.com, Kamis (22/02/2018), tampak kikisan tanah longsor sepanjang kurang lebih 300 meter di pinggiran kali Tauf. Kondisinya hanya tersisa 10 meter dari rumah warga.

Bahkan rumah salah seorang warga atas nama Yulius Reno Radja tampak hanya berjarak 3 meter dari tanah yang saat ini sudah terkikis erosi.

Yulius Reno Radja, saat diwawancarai VoxNtt.com menjelaskan, bencana tanah longsor tersebut sudah terjadi sejak tahun 2013 lalu.

Selama ini Yulianus sudah berupaya melakukan penghijauan dengan menanam bambu di sepanjang pinggiran kali Tauf, namun tetap tidak mampu menahan terjadinya tanah longsor dan erosi.

“Kami sudah tanam bambu,  tapi sama saja malah longsor kikis bawa bambu yang kami tanam semua,” jelas Yulius.

Beberapa waktu lalu dia sudah menyampaikan kondisi tersebut ke Pemkab TTU, namun hingga saat ini tidak mendapat respon positif.

Karena itu, Yulianus berharap agar  melalui pemberitaan di media massa dapat mengetuk hati Pemkab TTU untuk segera menangani secara serius kondisi tersebut.

“Kami sudah pernah lapor dan dong (pihak pemda TTU) hanya turun ukur 3 kali, tapi tidak ada tindak lanjut sampai sekarang,” sesalnya.

Sementara itu, anggota DPRD TTU Agustinus Siki yang saat itu juga sementara turun memantau kondisi yang dialami oleh warga di 2 RT tersebut berjanji akan segera melaporkan hasil pantauannya ke pimpinan komisi dan Ketua DPRD TTU untuk ditindalanjuti.

Sehingga selanjutnya DPRD akan berkoordinasi dengan Pemkab TTU untuk memberikan penanganan tanggap darurat guna mengatasi bencana longsor tersebut.

“Kondisi ini memang harus segera diatasi, jika tidak maka bukan saja rumah warga di 2 RT ini, tapi sepanjang radius 750 meter lebih bisa terkena dampaknya termasuk Rutan (rumah tahanan),” ungkap politisi PKB tersebut.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleMengintip Keharmonisan Kampung Kojanana Ende
Next Article Begini Cara Satgas Pamtas 743/PSY Ikut Menjaga Kesehatan Warga

Related Posts

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
Terkini

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.