Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Mayoritas Pedagang Pasar Borong Terpasung Rentenir, Pemkab Matim Diminta Ambil Sikap
Ekbis

Mayoritas Pedagang Pasar Borong Terpasung Rentenir, Pemkab Matim Diminta Ambil Sikap

By Redaksi24 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pastor Yanuarius Bala, SVD (kanan) saat di Pasar Borong (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Sekitar 90 persen para pedagang di Pasar Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tepasung oleh para rentenir berkedok koperasi harian yang hingga kini merajalela di kota itu.

Pasalnya, hampir setiap harinya para rentenir berada di Pasar Borong untuk menunggu storan dari para pedagang yang sudah berutang dengan mereka.

Pastor Yanuaris Bala, SVD, pemerhati sosial saat ditemui VoxNtt.com di Pasar Borong, Kamis (21/02/2018), mengatakan praktik itu sudah lama terjadi. Namun, pemerintah tidak peka menyikapinya.

Padahal kata dia, sudah cukup mengisap darah para pedagang yang dinilainya sebagai orang susah yang sedang mencari nafkah.

Dia membenarkan, setiap hari para tengkulak mondar-mandir di Pasar Borong untuk menagih storan harian dari para pedagang.

Pastor Yanuarius yang begitu dekat dengan para pedagang mengaku miris dengan praktik rentenir tersebut.

“Bayangkan, setiap hari mereka ini kerjanya tagih storan kepada para pedagang. Mereka tunggu di sini sampai sore. Hasil jualan para pedagang sebagiannya selalu distor kepada mereka. Kasian para pedagangnya. Setiap hari kerja hanya untuk stor ke mereka,” ujar Pastor Yanuarius.

Bagi dia, praktik rentenir demikian sangat menyusahkan para pedagang di Pasar Borong.

“Para pedagang ini kan orang susah. Sudah susah mereka dibuat susah lagi. Sungguh prihatin nasib mereka,” pungkas dia.

Karena prihatin, Pastor Yanuaris pun mendesak Pemkab Matim melalui dinas terkait untuk segera menyikapi praktik rentenir yang berkedok koperasi harian itu.

Pemerintah harus mengupayakan agar para pedagang masuk di koperasi yang bisa membantu masyarakat, khususnya para pedagang di Pasar Borong.

“Kalau bisa fasiltasi mereka masuk di koperasi yang jelas. Apalagi di daerah kita ada Kopdit Abdi Manggarai Timur. Arahkan mereka masuk di situ. Jangan biarkan mereka diisap para tengkulak,” tegas Pastor Yanuarius.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleWarga Fatumuti Belu Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun
Next Article Berkuasa Seturut Zaman

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.