Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Warga Fatumuti Belu Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun
HEADLINE

Warga Fatumuti Belu Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun

By Redaksi24 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban David Sirih saat diperiksa di Ruang Jenazah RSUD Atambua (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- David Siri (71), warga Dusun Fatumuti, Desa Dualasi Raiulun, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu ditemukan tak bernyawah di kebun miliknya, Jumat (23/02/2018) pukul 20.00 Wita.

David ditemukan oleh istrinya Katharina Bita bersama dua rekannya masing-masing, Selestina Rouk dan Sebastina Mako.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com dari istri korban, menyebutkan selama ini David tinggal di kebun yang jaraknya sekitar 700 meter dari rumah.

Setiap sore korban biasanya pulang ke rumah untuk makan, lalu kembali ke kebun.

Namun, sejak Kamis , 22 Februari 2018, hingga malam korban tidak pulang ke rumah.

Karena suami tidak pulang, Katharina mengajak Selestina Rouk untuk pergi melihat korban di kebun.

Setiba di kebun, Katharina memanggil korban, namun tidak dijawab.

Katharina dan Selestina kemudian pergi melihat di lubang batu menyerupai gua, tempat dimana korban biasa beristirahat.

Namun sampai di sana, Katharina melihat korban tidur menyamping. Sebab itu, Katharina pergi membangunkan korban namun didapati sudah tidak lagi bernyawa lagi. Di mulut korban keluar darah.

Melihat korban tidak tidak bernyawa, Katharina dan Selestina kembali ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada Sebastina Mako.

Mendapat informasi dari warga, Polsek Lasiolat dan petugas Identifikasi Polres Belu langsung mendatangi TKP. Polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD Atambua untuk divisum.

Dari hasil pemeriksaan luar, dokter menerangkan bahwa ditemukan luka lebam pada mata kiri dan luka gores pada muka kiri dan kanan, serta mengeluarkan darah dari mulut.

Terkait kematian David, keluarga mengatakan menerima dengan iklas sebagai sebuah musibah.

Hingga berita ini dirilis, pihak Polres Belu sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang menemukan korban.

 

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

Belu
Previous ArticleBegini Konsep Percepatan Pembangunan Pariwisata di Ende Ala Marsel-Djafar
Next Article Mayoritas Pedagang Pasar Borong Terpasung Rentenir, Pemkab Matim Diminta Ambil Sikap

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

Pemberhentian Guru SMAN 1 Lamaknen Selatan, Ujian Akuntabilitas Pendidikan Perbatasan

22 Februari 2026

Dukung Yonif 744/SYB, PT Filosi Exider Inovasi Serahkan Bantuan Laptop

10 Januari 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.