Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Suara Kaum Waria Terhadap Dua Kandidat pada Pilkada Ende
Pilkada

Suara Kaum Waria Terhadap Dua Kandidat pada Pilkada Ende

By Redaksi13 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kaum waria
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sejumlah wanita pria (waria) yang menamakan diri Ikatan Waria Ende (IWE) merespons arus politik jelang pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Ende, 27 Juni mendatang.

Respon kaum waria ini mengingat dua kandidat yakni Don Bosco M. Wangge-H. Munawar Achmad dan Marselinus Y.W. Petu-H.Djafar Haji Achmad, yang sama-sama pernah memimpin Kabupaten Ende.

Ketua IWE, Evi Musa Hasim menilai, kedua calon bupati Ende memiliki rekam jejak yang berbeda. Menurut dia, perbedaan itu terdapat pada keberpihakan serta jejaring yang luas.

“Kalau pak Don sih, memang bagus gaya pemimpinnya. Berpihak juga nampak. Tapi berbeda dengan pak Marsel, pembangunan yang berpihak terhadap masyarakat benar-benar terasa. Saya omong dan saya melihat sendiri pembangunan selama ini,” ucap Evi, Senin siang (12/03/2018).

Selain itu, jelas Evi, selama ini keberpihakan pemerintah terhadap kaum yang dianggap berperilaku menyimpang itu sangat jauh berbeda dengan pemimpin sebelumnya.

Salah satu contoh yang disebut dia adalah, melibatkan kaum waria dalam kegiatan sosial hingga terlibat dalam kegiatan sosialisasi HIV AIDS.

“Kita memang sering dilibatkan dalam tim penggerak PKK Kabupaten selama ini. Kita semua punya bakat dan talenta,” katanya.

Selain itu, kata Evi, stigma negatif dan sikap diskriminatif yang sebelumnya sering disasarkan kepada kaum waria mesti dihilangkan. Sebab, menurut mereka tingkah itu sangat dirugikan secara sepihak dan tidak adil.

Oleh karena itu, IWE berharap terhadap dua kandidat tersebut agar dapat menyatakan menolak sikap diskriminasi terhadap kaum waria di Ende.

“Sebelumnya, kami semua tahu bahwa kaum waria seringkali dianggap sebagai sampah masyarakat, dikejar-kejar aparat, kemudian kadang dipukul karena dianggap menyimpang. Kami harap pemimpin yang baru bisa menegakan keadilan masyarakat,” ungkap Evi.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleApakah Anda Masih Waras?
Next Article Kabar Gembira! Satu Lagi Kapal Penumpang Akan Masuk Ende

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.