Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jual Sapi Betina Produktif Marak Terjadi di Nagekeo
Ekbis

Jual Sapi Betina Produktif Marak Terjadi di Nagekeo

By Redaksi19 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ternak Sapi (Foto: Suara Pembaruan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Penjualan sapi betina yang masih produktif marak terjadi di Kabupaten Nagekeo belakangan ini. Sapi-sapi tersebut dibeli oleh para pedagang yang datang dari daerah Sulawesi.

Hewan-hewan yang masih produktif ini keluar daerah melalui Kecamatan Nangaroro, Wolowae dan Aesesa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Petrus Gu saat hearing bersama Komisi II DPRD Nagekeo.

Kegiatan dengar pendapat ini berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD Nagekeo belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut, Petrus mengajak lembaga dewan bersama stakeholder di wilayah Nagekeo untuk turut berpartisipasi dalam melakukan pengawasan secara ketat di pintu Pelabuhan Maropokot- Mbay.

Selama ini Pelabuhan Maropokot menjadi pintu keluar ternak sapi ke sejumlah daerah di Sulawesi, bahkan ke kalimantan dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Petrus menegaskan, untuk menyelamatkan populasi sapi di Kabupaten Nagekeo, pemerintah melarang masyarakat untuk memotong sapi betina.

“Saat ini kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk jangan memotong sapi betina,” tandas Petrus.

Dia mengatakan jumlah populasi ternak sapi di Nagekeo saat ini baru mencapai 33 ribu.

“Bila ternak sapi betina diawasi untuk tidak dipotong, maka di masa mendatang, Nagekeo bisa menjadi daerah penghasil ternak karena kita memiliki sapi-sapi yang produktif,” kata Petrus.

Menurut Petrus, pada zaman dulu, wilayah Nagekeo kaya akan ternak sapi, bahkan mencapai angka ratusan ribu.

Saat ini ternak sapi berkurang karena adanya penjualan serta pemotongan sapi betina. Bahkan, ada sapi betina yang masih produktif pun dipotong dalam hajatan apapun.

“Sehingga tidak heran bila saat ini jumlah ternak sapi kita sudah berkurang. Bila tidak segera diambil langkah konkret untuk mencegah, maka bukan tidak mungkin suatu saat populasi ternak sapi kita akan menurun bahkan bisa punah,” pungkas Petrus.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleSRMI: Program Kerja Merpati Jelas Demi Kepentingan Rakyat Matim
Next Article Jalan Manufui-Lurasik TTU Terancam Lumpuh Total

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.