Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kualitas Pendidikan NTT Buruk
NTT NEWS

Kualitas Pendidikan NTT Buruk

By Redaksi19 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua STKIP Ruteng sekaligus praktisi pendidikan, Pastor Yohanes Servatius Boy Lon (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kualitas pendidikan di Provinsi NTT buruk. Hal itu ditandai dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTT yang berada di urutan buncit dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua STKIP Santo Paulus Ruteng sekaligus praktisi pendidikan, Pastor  Yohanes Servatius Boy Lon dalam seminar bertema “Mencari Pemimpin NTT Yang Negarawan” di Aula Missio STKIP Ruteng, Sabtu (17/3/2018).

“Sejak 2010, IPM NTT berada di urutan 30 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia dan di tahun 2016 berada di urutan 32, nilai 63, 13 % ; sementara rata-rata nasional nilai 70, 18%, dan meningkatnya usia anak putus sekolah,” jelasnya.

Menurut Pastor John, ada beberapa persoalan yang menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan di NTT, yakni profesionalisme guru, rendahnya pendapatan ekonomi masyarakat, kepemimpinan dan manajemen sekolah yang kurang profesional dan tidak visioner.

Baca: Mencari Pemimpin NTT Yang Berwatak Negarawan

Selain itu, dia juga mengatakan hal lain yang menyebabkan buruknya kualitas pendidikan NTT adalah keberpihakan dan komitmen pemerintah terhadap pendidikan tidak tuntas dan terkesan pragmatis dan rendahnya budaya mutu di sekolah.

“Rentetatan fakta buruk tersebut wajib mendapat perhatian dari calon pemimpin NTT lima tahun kedepan. Pemimpin yang mampu membawa perubahan, pembaharuan, terobosan dan harapan dalam peningkatan mutu pendidikan NTT adalah beberapa kriteria calon yang layak memimpin NTT,” ujarnya.

“Harapannya, pada tahun 2028 yang bertepatan dengan 100 tahun sumpah pemuda, muncul kelompok muda yang mampu mengubah Indonesia, kesejahteraan orang NTT bukan lagi di buntut tetapi di puncak, predikat 3 T menjadi tertinggi, terbaik dan terunggul,” imbuhnya.

 

Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleSudah Tiga Tahun SMPN 3 Poco Ranaka Belum Ada Kepala Sekolah
Next Article Ini Data Penduduk Nagekeo yang Belum Memiliki e-KTP

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.