Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Merpati: Masyarakat Matim Harus Keluar dari Keterjajahan Ekonomi
NTT NEWS

Merpati: Masyarakat Matim Harus Keluar dari Keterjajahan Ekonomi

By Redaksi26 Maret 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paket Merpati saat tatap muka dengan warga Tolok, Desa Lenang (Foto: Relawan Merpati)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pasangan calon bupati dan wakil bupati Manggarai Timur (Matim), Marselis Sarimin dan Paskalis Sirajudin (Paket Merpati) berkomitmen akan membawa masyarakat di kabupaten itu untuk keluar dari keterjajahan ekonomi.

Menurut Calon Bupati Paket Merpati Marselis Sarimin, sudah lama masyarakat Matim terjajah secara ekonomi.

Kata dia, masyarakat Matim yang didominasi petani itu kaya akan sumber daya, khususnya hasil komoditi pertanian. Itu seperti, cengkih, cokelat, vanili, kopi, dan komoditi lainnya.

Marselis menegaskan, masyarakat Matim sebenarnya sudah kaya raya karena potensi-potensi tersebut. Namun, selama ini mereka terjebak dalam sistem yang salah.

“Yang menentukan harga komoditi selama ini adalah Cina dan para pengusaha. Harga beli juga mereka tentukan sesuka hati. Mau naik, mau turun, tidak ada yang atur. Padahal, yang punya barang adalah para petani. Jadi, sebenarnya yang menentukan harga adalah petani. Karena mereka pemilik barang. Bukan para pengusaha dan Cina,” ujar Marselis saat tatap muka dengan masyarakat Kampung Tolok, Desa Lenang, Kecamatan Poco Ranaka, pekan lalu.

Dia mecontohkan, jika masyarakat Matim berbelanja ke toko, maka yang menentukan harga adalah pemilik toko, bukan pembeli.

Baca: Jawab Keluhan Soal Infrastruktur, JAL Langkah Solutif Paket Merpati

“Itu yang kita mau ubah di daerah ini. Sudah lama kita ini dijajah secara ekonomi. Kita harus keluar dari sistem ini. Kita harus berani agar bisa jadi tuan di negeri sendiri. Jangan jadi orang asing di tanah sendiri,” pungkas mantan Kapolres Manggarai itu.

Sebab itu, Marselis mengajak ratusan warga Tolok yang hadir dalam acara tatap muka tersebut agar memberanikan diri keluar dari sistem yang selama ini sudah salah.

Ratusan warga Tolok pun dengan kompak menyatakan siap dan berani keluar dari sistem yang salah itu.

“Berani tidak supaya kita sendiri yang menentukan harga komoditi pertanian? Kita harus berani demi Matim yang lebih baik ke depan,” tegas Marselis.

Baca: Dorong BUMDes, Cara Paket Merpati Genjot Ekonomi Desa

Untuk mewujudkan mimpi itu, Marselis pun mengajak masyarakat Tolok untuk mempercayai paket Merpati memimpin Matim lima tahun ke depan.

Sementara itu, salah satu warga Tolok yang hadir dalam tatap muka itu menilai program-program kerja Paket Merpati sangat bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat Matim.

Baca: Berikut 11 Program Unggulan Paket Merpati untuk Matim

“Inilah calon pemimpin yang kami mau. Program kerja paket Merpati sangat pro rakyat. Selama ini kami belum dengar ada kandidiat yang datang itu omong program kerja untuk masyarakat. Baru Merpati yang tatap muka di sini menyampaikan program kerja yang jelas. Semoga Paket Merpati menang di hari pemilihan nanti, ” ungkap warga Tolok yang tidak sempat dimintai identitasnya itu.

 

Penulis: Nansianus Taris

Manggarai Timur
Previous ArticleGMNI Ngada Kecewa dengan Marianus Sae
Next Article Kabupaten TTU Kekurangan 502 Guru SMP

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.