Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»GMNI Ngada Kecewa dengan Marianus Sae
NTT NEWS

GMNI Ngada Kecewa dengan Marianus Sae

By Redaksi26 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Marianus Sae (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Ketua GMNI Cabang Ngada Benidiktus Tengka mengaku kesal dan kecewa dengan Bupati Ngada Marianus Sae karena terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Marianus Sae tertangkap tangan oleh lembaga antirasuah itu terkait kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kabupaten Ngada.

Ia ditangkap di sebuah hotel di Surabaya-Jawa Timur pada 11 Februari 2018 lalu, sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut Tengka tindakan Bupati Marianus tersebut telah merusak tatanan kehidupan Pemerintah Kabupaten Ngada.

“Sehingga pada akhirnya berujung di jeruji besi KPK karena tertangkap oleh KPK dalam dugaan suap Bupati Ngada Marianus Sae oleh Direktur PT Sinar 99 Permai,” ujar Tengka saat kegiatan pembukaan PPAB di aula kantor Desa Malanuza, Kecamatan Golewa, 23 Maret lalu.

Dia menyatakan, Marianus ditangkap oleh KPK menunjukan lemahnya sisi kontrol DPRD Ngada dan Polres Ngada, serta Kejaksaan Negeri Ngada.

Baca: Adakah Pejabat di Nagekeo dalam Pusaran Kasus MS?

“GMNI menduga, mungkin selama ini ada perselingkuhan kepentingan antar tiga lembaga di Ngada eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sehingga pada akhirnya Bupati nonaktif Ngada OTT KPK,” tegas Beni Tengka.

Menurut dia, kalau selama ini pihak Kepolisian dan Kejaksaan setempat menangani kasus korupsi secara tegas, pasti Bupati Marianus tidak sampai terjaring OTT oleh KPK.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Ngada
Previous ArticlePemkab Nagekeo Gelar Musrenbangkab
Next Article Merpati: Masyarakat Matim Harus Keluar dari Keterjajahan Ekonomi

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.