Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Prajurit Berkuda Hiasi Tablo Jumat Agung di Paroki Wolosambi
NTT NEWS

Prajurit Berkuda Hiasi Tablo Jumat Agung di Paroki Wolosambi

By Redaksi31 Maret 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Prajurit berkuda hiasi tablo Jumat Agung di Paroki Wolosambi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Pasukan berkuda ikut menghiasi tablo kisah sengsara Yesus Kristus di Gereja Paroki Santu Joanne Babtista Wolosambi Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Jumat (30/03/2018).

Kehadiran pasukan berkuda di tengah tablo pada Paskah kali ini tentu saja memberikan warna berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya di Paroki Santu Joanne Babtista Wolosambi Mauponggo.

Pasukan berkuda ada di lini depan algojo dalam drama kisah sengsara Yesus tersebut.

Disaksikan VoxNtt.com, ratusan prajurit mulai usia anak-anak hingga orang dewasa terlibat langsung dalam pementasan tablo.

Tablo kisah sengsara Yesus dimulai dari halaman gereja Paroki Santu Joanne Babtista Wolosambi Mauponggo sejak pagi harinya dan berakhir sekitar pukul 14.00 Wita di puncak bukit Gua Maria Sawu, Mauponggo.

Pastor Paroki Santu Joanne Babtista Wolosambi Mauponggo Rudolf, Pr. kepada wartawan menjelaskan, drama kisah sengsara Yesus yang diperankan mengandung peringatan akan fondasi nilai-nilai pewartaan cinta kasih yang bermula dari Kasih Allah kepada segenap ciptaannya.

Tablo kisah sengsara Yesus Kristus di Paroki Santu Joanne Babtista Wolosambi

“Ini bukan tradisi biasa, melainkan tradisi nilai sebagai ciri pewartaan cinta kasih,” ungkap Pastor Rudolf.

Dikatakan, semuanya bermula dari Yang Maha Kuasa menunjukan kebesaranNya untuk misi keselamatan dan cinta kasih.

Dengan kegiatan seperti ini, kata Rudolf, gereja umat juga membina toleransi bernafas cinta kasih dengan sesama.

Tidak hanya umat katolik, di Paroki Santu Joanne Babtista Wolosambi Mauponggo hadir umat dari agama lain dalam kerukunan dan saling menopang antar umat beragama.

“Umat katolik dipesan untuk melayani sesama dan Allah dengan fondasi keteladanan cinta kasih untuk kebaikan umum,” ujarnya.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleKerangka Manusia Ditemukan di Hutan Pautone TTS
Next Article PMKRI Pertanyakan Proyek Rehabilitasi Rujab Wali Kota Kupang

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.