Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sudah Tiga Tahun Rusak, Jembatan Wae Ntuang Belum Diperbaiki
Regional NTT

Sudah Tiga Tahun Rusak, Jembatan Wae Ntuang Belum Diperbaiki

By Redaksi3 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi Jembatan Wae Ntuang yang makin memprihatinkan (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Jembatan Wae Ntuang yang ada di Menge, Desa Pocong, Kecamatan Poco Ranaka belum juga diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.

Padahal jembatan itu sudah rusak sejak tahun 2016 yang lalu. Kini, kerusakan jembatan itu semakin parah dan memprihatinkan.

Pantuan VoxNtt.com di lokasi, Selasa (03/04/2018), kondisi jembatan sudah miring dan nyaris roboh karena fondasinya terus terkikis banjir.

Lantai jembatan sudah dalam kondisi miring. Kedua sayap jembatan juga sudah patah.

Tampak juga ada lubang besar menganga di satu bagian jembatan.

Warga pun berupaya menutup lubang itu dengan batu dan kayu demi keselamatan para pengendara yang melintas di atas jembatan Wae Ntuang.

“Jembatan ini rusak sejak tahun 2016. Sekarang rusaknya tambah parah. Adik lihat saja, jembatannya sudah miring sekali. Mau jatuh sudah itu. Kalau hujan lagi pasti ambruk dia,” ujar Dami warga Desa Pocong saat ditemui VoxNtt.com di lokasi, Selasa.

Karena itu, Dami meminta Pemkab Matim agar segera memperhatikan kerusakan jembatan itu.

Kata dia, jembatan yang terletak di jalur Watu Ci’e-Deno itu sangat vital bagi transportasi beberapa desa.

“Kalau ini ambruk, arus transportasi kami di sini putus total. Ini saja jalur yang singkat menuju Mano, Borong, dan Ruteng. Kalau lewat jalur lain, kita butuh waktu yang lama dan biaya yang besar,” ungkap Dami.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleSDI Tonggurambang Diduga Kurang Diperhatikan Pemkab Nagekeo
Next Article Belum Digunakan, Gedung Puskesmas Lenang Sudah Retak

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.