Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bupati Tote Didesak Segera Atasi Masalah Kapal Kandas di Dermaga Borong
NTT NEWS

Bupati Tote Didesak Segera Atasi Masalah Kapal Kandas di Dermaga Borong

By Redaksi13 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Matim, Mensi Anam (Foto: Facebook Mensi Anam)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Anggota DPRD Manggarai Timur Frumensius Frederik Anam mendesak Bupati Yosep Tote segera mengatasi persoalan kapal kandas saat memasuki Dermaga Borong, Kecamatan Borong.

Desakan Mensi Anam tersebut menyusul adanya masalah air laut surut di Dermaga Borong sejak tahun 2018 ini. Akibatnya, kapal penumpang tak mampu berlabuh dengan normal di dermaga yang dibangun tahun 1994 itu.

“Minta kepada Pemda untuk lakukan koordinasi secepatnya kepada instansi terkait sebagai penanggung jawab pengelolaan Dermaga Borong tentang penyebab utama dangkalnya dermaga dimaksud. Tentu di sini, bupati diminta untuk perintahkan Dinas Pehubungan Kabupaten Manggarai Tmur segera berkoordinasi,” ujar Anam saat dimintai komentarnya, Jumat (13/04/2018).

Air laut surut menyebabkan kapal kandas memasuki Dermaga Borong (Foto: Kawilker Dermaga Borong, Yanto)

Sebelumnya, Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan (KUPP) Marapokot mengaku, kapal kandas saat memasuki Dermaga Borong disebabkan karena aliran air dari muara Wae Bobo membelok masuk ke dermaga. Akibatnya, material dari muara itu terendap di dermaga, sehingga laut menjadi dangkal.

Baca: Kapal Kandas Masuk Dermaga Borong, Ini Tanggapan KUPP Marapokot

Sebab itu, Mensi Anam meminta Pemkab Matim segera melakukan pengerukan agar aliran air sungai Wae Bobo tidak lagi berbelok menuju dermaga. Aliran air harus lurus dari jembatan muara menuju laut.

Menurut politisi Hanura itu, pengerukan nantinya bisa dilakukan dengan cara swakelola dengan dibantu menggunakan alat berat milik Dinas PUPR Matim.

Baca: Kapal Kandas Masuk Dermaga Borong, Begini Derita Para Penumpang

“Sehingga biayanya lebih murah dan penanganannya cepat teratasi. Sehingga kapal-kapal barang bisa berlabuh kembali di dermaga tersebut,” tukas Mensi Anam.

 

Penulis:  Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleRibuan Massa Sambut Meriah Paket Aset di Lento
Next Article Pemkab TTU Belum Bentuk Tim Koordinasi Pembangunan RLH

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.