Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Aparat Desa Golo Wune Diduga Pungli Dana PKH
Regional NTT

Aparat Desa Golo Wune Diduga Pungli Dana PKH

By Redaksi17 April 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Papan informasi desa Golo Wune (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Salah satu oknum aparat Desa Golo Wune, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur Yohanes Rohos diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) uang bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada sejumlah warga beberapa bulan lalu. 

Yohanes Rohos dikabarkan telah memotong sejumlah Rp 50.000 kepada setiap penerima bantuan PKH tanpa ada kesepakatan sebelumnya.

“Modusnya, dia suruh untuk kumpulkan kartu PKH milik beberapa warga dan dia yang pergi cairkan dana itu di BRI Mano. Dia pergi dengan motor. Pulangnya itu, dia potong 50 ribu per kepala. Sebenarnya kami terima 500 ribu. Tetapi, dia kasih di kami 450 ribu saja,” kata salah seorang Desa Golo Wune yang meminta namanya tidak dimediakan kepada VoxNtt.com di Heso, Minggu (15/04/2018).

Sumber itu mengaku, sebenarnya dia sudah melaporkan pemotongan itu kepada media massa, tetapi ada oknum yang melarangnya.

“E pa, ami ata bodok hoo toe ngance tombo do. Ata tiba keta kali. Bo kecewa lite, mese bail potong seng situ lise (Pak, kami masyarakat yang bodoh ini tidak bisa banyak komentar. Kami ini terpaksa terima saja. Kami memang kecewa. Terlalu besar pemotongannya),” keluh sumber yang juga sebaga salah satu penerima bantuan PKH itu.

Padahal, jika ia menghitung jarak Mano ibu Kota Kecamatan Poco Ranaka dengan Desa Golo Wune masih dekat.

“Kesepakatan awalnya, itu potong 20 ribu saja. Itu untuk uang bensin. Ini pa, potong besar sekali. Padahal kami ini orang miskin, tambah dibuat miskin,” aku sember tersebut.

Dia mengaku, Yohanes Rohos memotong uang sebesar Rp 50.000 kepada 12 orang penerima, yang jika dihitung totalnya mencapai Rp 600.000.

Menurutnya, total tersebut malah lebih banyak yang diterima Yohanes Rohos  ketimbang penerima PKH yang hanya berjumlah Rp 450.000.

“Menurut pa, biaya transportasi dari sini ke Mano itu 600 ribu satu hari itu pas atau tidak? Kami semua kecewa sekali. Padahal dia itu aparat desa, tetapi malah peras kami yang miskin lagi,” ujarnya.

Sebab itu, dia berharap kepada pengurus PKH tingkat Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Sosial agar menindaktegas ulah Yohanes Rohos.

“Kami minta pa muat ini di media supaya pemerintah yang di atas bisa tindak tegas aparat desa kami itu. Syukur kami bisa bertemu wartawan untuk lapor ini. Sudah keterlaluan dia. Kami sakit hati sekali. Pokoknya dia harus ditindak tegas atas perbuatannya,” ujarnya kecewa.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Yohanes Rohos belum berhasil dikonfirmasi. Terhitung sudah dua kali pada Senin (16/04) dan Selasa (17/04) media ini mendatangi Kantor Desa Golo Wune, namun tak mendapati satu orang pun sedang beraktivitas di sana.

Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur Maksi Ngkeros pun belum berhasil mendapatkan jawaban konfirmasi, kendati sudah dikontak melalui teleponnya dan juga pesan singkat (SMS).

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleMemancing Binatang Komodo, BTNK Sudah Peringatkan Guide
Next Article Tunggu Gubenur NTT, Apel Hut Pol PP dan Satlinmas Molor

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.