Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Program Paket Nera, Komitmen Politik Bukan Sebatas Janji
Pilkada

Program Paket Nera, Komitmen Politik Bukan Sebatas Janji

By Redaksi21 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paket Nera disambut secara adat di Kampung Ketang (Foto: Sahabat NERA)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Bonifasius Uha, calon bupati Manggarai Timur yang berpasangan dengan Fransiskus Anggal menyatakan, pihaknya memiliki tiga program unggulan untuk masyarakat di kabupaten itu lima tahun ke depan.

Ketiganya, masing-masing, pertama sekolah gratis dari TK, SD, hingga SMP. Kedua, menaikkan gaji guru swasta sesuai UMR. Ketiga, menuntaskan jalan khusus di bawah 15 km dalam lima tahun.

“Tiga program ini adalah komitmen politik kami Paket Nera. Ini bukan sebatas janji. Jadi, tidak ada alasan bagi Nera untuk tidak menjalankan program yang sudah dicanangkan, apabila kami dipercaya masyarakat Manggarai Timur untuk memimpin daerah ini lima tahun ke depan,” ujar Bone Uha saat kampanye dialogis di Ketang, Desa Golo Tolang, Kecamatan Kota Komba, Kamis (19/04/2018).

Dia menegaskan, program yang ditawarkan Paket Nera tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat Matim.

“Masyarakat kita sangat miskin,  supaya tidak ada yang buta huruf dan putus sekolah, maka perlu pendidikan gratis,” tukas politis Partai Bulan Bintang itu.

Begitu juga soal jalan. Menurut Bone Uha, masyarakat Matim mayoritas petani dan tentu saja banyak menghasilkan komoditi.

Tentu untuk memudahkan arus jual beli itu, kata dia, pasti masyarakat membutuhkan jalan yang baik.

“Tidak ada lagi, orang sakit tambah sakit karena jalan rusak. Tidak ada lagi sudah ibu melahirkan di tengah jalan karena jalan rusak,” ujar Bone Uha.

Demikian juga soal guru. Bone Uha menyatakan, nasib guru harus diperhatikan dan tidak boleh diabaikan. Sebab, mereka adalah garda terdepan untuk kemajuan pendidikan di Matim.

Untuk diketahui, di kampung Ketang Paket Nera disambut secara adat (kepok tiba) oleh masyarakat setempat dan melanjutkan prosesi adat lainnya.

Kampanye dialogis Paket Nera di Kampung Ketang dihadiri ribuan massa. Mereka adalah tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh muda, dan masyarakat lainnya.

 

Penulis: Nansianus Taris

Baca semua berita tentang Paket Nera di sini: PAKET NERA NEWS

Manggarai Timur
Previous ArticleKPU Mabar Tetapkan DPT Pilgub NTT
Next Article Kadis Nakertrans Matim Bantah Erlina Tak Diberi Upah

Related Posts

Polsek Reo Patroli di Bantaran Sungai Waepesi, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

10 Maret 2026

Polsek Amarasi Timur Pantau Korban Banjir Bandang di Desa Oebesi

9 Maret 2026

Fraksi Gerindra DPRD Ngada Desak Buka Jalur Dialog soal Pelantikan Sekda

9 Maret 2026
Terkini

Kementerian HAM Kawal Pemenuhan Hak 13 Korban TPPO Asal Jawa Barat di Sikka

10 Maret 2026

Sirkulasi Tobat: Meminta Maaf dan Memaafkan Tanpa Batas

10 Maret 2026

Ketua AMA Kupang Kecam Perang Antarwarga di Adonara

10 Maret 2026

Polsek Reo Patroli di Bantaran Sungai Waepesi, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

10 Maret 2026

Penyuluh KB Tewas Tertimpa Pohon Tumbang saat Berangkat Kerja, Bupati Manggarai Sampaikan Belasungkawa

9 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.