Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Berturut-turut Turunkan Angka Stunting, Dinkes Matim Dapat Penghargaan
KESEHATAN

Berturut-turut Turunkan Angka Stunting, Dinkes Matim Dapat Penghargaan

By Redaksi26 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dr. Surip Tintin (kedua dari kanan) pose bersama usai menerima penghargaan dari Kemenkes di Kupang (Foto: Dok. Dinkes Matim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur mendapatkan penghargaan dari Kementrian Kesehatan karena berturut-turut selama tiga tahun terakhir (2015-2017) telah menurunkan angka stunting.

Piagam penghargaan tersebut diberikan saat rapat koordinasi teknik (rakontek) kesehatan tingkat Provinsi NTT di Kupang, Kamis (26/04/2018).

Sebagai informasi, stunting adalah  masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama. Ini akibat dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari janin yang masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, dr. Surip Tintin mengatakan, stunting di kabupaten itu mengalami penurunan prevalensi berturut-turut sejak tahun 2015 sampai 2017.

Data menunjukkan, tahun 2015 sebesar 34,0, tahun 2016 turun menjadi 26,8, dan tahun 2017 turun lagi menjadi 24,4.

“Stunting itu proses yang panjang dan membutuhkan penanganan secara lintas program,” jelas dr. Surip kepada VoxNtt.com, Kamis siang.

Untuk menangani stunting, jelas dia, harus melakukan sejumlah program penting.

Itu antara lain; progam kesehatan reproduksi remaja, penanganan ibu hamil, persalinan nifas, ASI yang eksklusif, penyehatan lingkungan, air bersih rumah sehat, dan strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Menurut dr. Surip, lingkungan yang buruk akan meningkatkan penyakit infeksi dan tentu saja akan menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Dia mengaku, penghargaan yang sudah diberikan tersebut merupakan buah dari kerja-kerja pihak Dinkes Manggarai Timur selama ini.

Upaya dalam rangka menurunkan stunting di kabupaten ujung timur Manggarai itu antara lain menggalakkan stop buang air besar sembarangan (BABS) di desa-desa dengan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Selain itu, meningkatkan jumlah desa yang sudah deklarasi stop BABS.

Tak hanya itu, upaya lain yang dilakukan Dinkes Manggarai Timur yakni; penyuluhan kesehatan reproduksi remaja (Kespro) di sekolah-sekolah dan pelayanan kesehatan remaja di puskesmas.

“Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Kegiatan ini baru tahun ini (2018),” kata dr. Surip.

Selanjutnya, kata dia, Dinkes Manggarai Timur melakukan pelatihan kader desa untuk membantu ibu-ibu mengolah makanan lokal bergizi. Program ini merupakan kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Manggarai Timur.

Ada pula pelatihan kader Pemberian Makanan Bayi Anak (PMBA) di desa-desa. Pelatihan tersebut bekerja sama dengan MCI, PSG, dan lain-lain merupakan NGO dari luar.

“Rencana ke depan melanjutkan program yang sudah dan sedang dilaksanakan,” tutup dr. Surip.

 

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleProyek Jalan 4 Miliar di Matim Ini Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Next Article Tiba di Kefamenanu, Dua TKW yang Telantar di Jakarta Disambut Isak Tangis Keluarga

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026
Terkini

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026

Cakades Termuda di Pilkades Wewa, Yohanes Dedipati Usung Desa MAJU

8 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.