Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Proyek Jalan 4 Miliar di Matim Ini Diduga Dikerjakan Asal Jadi
NTT NEWS

Proyek Jalan 4 Miliar di Matim Ini Diduga Dikerjakan Asal Jadi

By Redaksi26 April 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aspal di jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong yang sudah mulai rusak (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Proyek pengerjaan peningkatan jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur diduga dikerjakan asal jadi.

Belum setahun, bahkan baru beberapa bulan saja aspalnya sudah terkupas.

Hampir di setiap titik aspalnya sudah retak bahkan yang hancur berantakan.

Selain itu, deker-deker yang dikerjakan pada ruas itu sudah mulai rusak.

“Itu hari pak, belum satu bulan aspalnya sudah rusak. Itu mulai dari Dangka Mangkang sampai di pertigaan Benteng-Colol. Hampir semua titik rusak. Mereka yang kerja ini kerja asal jadi saja. Tidak perhatikan mutu. Bahaya sekali, kerja abaikan mutu,” ujar Iwan salah satu pengendara kepada VoxNtt.com di lokasi proyek, Kamis (26/04/2018).

Iwan meminta Dinas PUPR Manggarai Timur untuk segera memerintahkan kontraktor agar bisa memperbaiki kerusakan aspal jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong.

“Kan proyek ini pasti ada masa pemeliharaannya. Minta kontraktornya untuk memperbaiki kerusakan yang ada,” ujar Iwan.

“Kasian uang negara, lebih lama waktu kerjanya daripada waktu pakai oleh masyarakat,” tambah dia.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur Yosep Marto saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon selulernya, Kamis, mengatakan untuk sementara paket proyek peningkatan jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong masih diaudit BPK.

Sementara tanggung jawab kontraktor dalam masa pemeliharaan, kata dia, tetap wajib dilakukan.

“Kontraktor wajib perbaiki kerusakan dalam masa pemeliharaan. Itu kewajiban mereka. Tetapi, sementara tunggu hasil audit BPK,” jelas Marto.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, melalui website LPSE Kabupaten Manggarai Timur, anggaran proyek peningkatan jalan Dangka Mangkang-Watu Nggong senilai Rp 4.000.000.000.

Proyek itu dikerjakan PT Wake Purus Mukun.

 

Penulis: Nansinus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleMengapa NTT Kita Tetap Miskin? Ini Jawaban Solusi Paket Harmoni
Next Article Berturut-turut Turunkan Angka Stunting, Dinkes Matim Dapat Penghargaan

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.