Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Polisi Incar Pelaku Perekrutan TKI Ende ke Dubai
Human Trafficking NTT

Polisi Incar Pelaku Perekrutan TKI Ende ke Dubai

By Redaksi26 April 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siti Alwiah (berjilbab) sedang diambil keterangan di Kantor Dinas Nakertras Kabupaten Ende beberapa waktu lalu (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Polisi tengah menyelidiki kasus perekrutan TKI ilegal, Siti Alwiah (24) asal Kelurahan Kotaratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende NTT yang ingin bekerja di Dubai. Alwiah dipulangkan ke Ende pada Jumat, 6 April 2018 setelah digerebek petugas di salah satu tempat penampungan di Jalan Padati Jaya, Jakarta Timur pada 3 April 2018.

Polisi saat ini sedang mengincar Fatimah warga Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Tengah yang diduga sebagai perekrut. Polisi telah melayangkan surat panggilan pertama untuk diambil keterangan.

Kasubag Humas Polres Ende, AKP Sahab Adam mengatakan, Fatimah belum diambil keterangan lantaran sedang berada di Surabaya, Jawa Timur.

Polisi terus berupaya untuk mencari tahu di keluarga soal keberadaan yang diduga pelaku perekrutan ilegal tersebut.

“Diinterogasi ternyata keabsahannya tidak jelas, dokumen tidak ada akhirnya dipulangkan,”ucap Sahab, Rabu (25/4/2018) di Mapolres Ende.

Ia menegaskan, jika yang bersangkutan terus tidak mengindahkan panggilan polisi maka akan mencari cara lain dengan bekerja sama dengan Polri di Surabaya untuk melakukan pengecekan.

Baca: Riwayat Dua TKI Asal Ende, dari Musibah Kebakaran hingga Digerebek

“Apakah perekrutan ini murni menghantar korban sebagai tenaga kerja atau perdagangan manusia, kita masih lidik ini. Kan, sekarang ngambang ini, kita belum tahu pasti,”ungkap Sahab.

Koordinator Koalisi Insan Migran dan Perantauan NTT, Irminus Deni, mendukung langkah aparat penegak hukum mengusut kasus perdagangan manusia di Kabupaten Ende.

Menurut Deni, jika pelaku perekrutan tidak dijerat secara hukum maka proses perekrutan TKI secara ilegal akan terus menjamur.

“Saya kira perlu untuk dilakukan advokasi kasus perdagangan manusia. Dan saya kira saatnya polisi bisa saja mengambil tindakan dalam hal tindak pidana perdagangan orang,”katanya, Kamis malam (26/4/2018) di Ende.

“Kami tentu meminta pihak-pihak terkait untuk mengusut tuntas tentang kasus perdagangan manusia itu, karena ini adalah bahaya kemanusian,”kata Deni lagi.

Ia menegaskan bahwa untuk mengurangi langkah perekrutan TKI secara ilegal dengan melakukan tindakan hukum merupakan strategi yang paling ampuh. Sebab, langkah ini menurutnya, mesti dipertegas.

“Kami memang mempunyai tugas terbatas. Kami hanya memberi informasi soal perdagangan manusia. Selanjutnya, yah, tugas penegak hukum,”kata Deni.

Berdasarkan cerita Alwiah di Kantor Dinas Nakertans Ende beberapa waktu lalu bahwa, ia direkrut Fatimah untuk bekerja di Dubai. Setelah tiba di Pasar Minggu Jakarta, ia dijemput oleh Idris yang juga berasal dari Ende.

Semua pembiayaan transportasi, kata Alwiah, ditanggung oleh Fatimah. Ia kemudian diantar ke salah satu tempat penampungan di Jalan Padati Jaya, Jakarta Timur bersama 16 rekannya yang berasal dari Jawa.

Alwiah dan belasan TKI lainnya kemudian digerebek petugas karena tidak memiliki dokumen resmi. Ia kemudian dipulangkan oleh BNP2TKI dan diserahkan ke BP3TKI Kupang.

Kemudian dikembalikan ke Ende melalui Dinas Nakertras Kabupaten Ende.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleBlusukan ke Sawah, Ini Masalah Petani yang Ditemukan BKH
Next Article  Umat Bersyukur, Gereja Tertua di Adonara Dibangun PT. Telkom

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.