Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Janji Marsel-Djafar Kepada Warga Wilayah Selatan
Pilkada

Janji Marsel-Djafar Kepada Warga Wilayah Selatan

By Redaksi6 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Calon bupati Ende petahana, Ir. Marselinus Y.W. Petu saat blusuk ke salah satu tempat di wilayah Kecamatan Ende Selatan (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pasangan incumbent, Marselinus Y.W.Petu dan H. Djafar Haji Achmad atau paket Marsel-Djafar berjanji akan membuka akses jalur selatan, Kabupaten Ende, NTT.

Ada beberapa titik jalur yang perlu disinkronisasi akses transportasi darat baik antar kecamatan maupun kampung dan desa.

Misalnya, jalur Wolotopo menuju Ngalupolo, Kecamatan Ndona, akan dihubungkan Landokura, Demulaka, Roga, Wolojita dan Kecamatan Wolowaru. Menurut pasangan ini, akses jalur selatan ini akan lebih cepat.

Begitu juga, akses wilayah selatan Kecamatan Wolowaru. Akan dibuka akses jalur Wolooja, Mbuli, Mole menuju ke Maubasa di Kecamatan Ndori.

Marsel Petu menegaskan, jika pasangan Marsel-Djafar terpilih pada periode kedua maka diawal masa kepemimpinan akan dialokasikan dan dikerjakan.

“Ini memang sudah saatnya (jalan) dihubungkan. Kalau tidak maka, akses akan lebih jauh dan waktu lebih buang di perjalanan,” katanya saat blusuk di Ngalopolo, Kecamatan Ndona dan di Wolohepo, Desa Mbuli Waralau, Kecamatan Wolowaru baru-baru ini.

Ia mengaku sudah melihat secara riil kondisi jalur jalan selatan. Sehingga perlu dibangun secara berlahan-lahan.

“Ini kita bangun berlahan-lahan dan dana sekitar 750 juta. Saya sudah sampai ke Mole dan saya lihat kondisi fisik,” ujar Marsel Petu di Wolohepo.

“Selama empat tahun menjadi bupati, dan wakil bupati, bapa ibu sudah lihat dan rasakan. Kita memang belum bisa menjawab semua kebutuhan karena kita kekurangan waktu. Sehingga saya dan pak Djafar minta untuk berikan lagi waktu lima tahun sehingga rencana kita bisa tuntas,” katanya lagi.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleSeminar di Ende, Profesor Carey Mengulas Perempuan-Perempuan Perkasa
Next Article Johnny Plate: Jangan Melihat Perpres TKA dengan Kacamata Rabun

Related Posts

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Hujan Lebat Picu Jalan Nasional Ruteng–Reo Retak dan Nyaris Putus

8 Maret 2026

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.