Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Bom Bunuh Diri Terjadi Lagi di Polrestabes Surabaya
NASIONAL

Bom Bunuh Diri Terjadi Lagi di Polrestabes Surabaya

By Redaksi14 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana di halaman Mako Polrestabes Surabaya setelah terjadi ledakan bom bunuh diri pagi ini (Foto: Tribun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Bom bunuh diri kembali meledak di depan Mako Polrestabes Surabaya, Jawa Timur pada Senin, (14/5/2018) Pukul 08.50 WIB.

Diberitakan sejumlah media, kronologi ledakan bom terekam CCTV.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan ledakan bom terjadi di depan gerbang masuk markas polisi.

Ledakan terjadi setelah sepeda motor mendekati plang gerbang masuk Mapolrestabes. Itu dapat dilihat pada rekaman CCTV di kawasan itu.

Barung menegaskan bahwa ledakan berasal dari sepeda motor.

“Kami memastikan ini motor. Di luar areal, di luar Mako, sebelum penjagaan itu, sebelum plang masuk, meledak,” kata Barung dikutip dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, bom diduga berasal dari pelaku yang memboncengi seorang wanita. Bom meledak ketika kendaraan hendak mau masuk Mako.

Dengan demikian, peristiwa bom bunuh diri di Surabaya oleh teroris tercatat terjadi di 5 titik pada waktu 1 kali 24 jam.

Berawal dari bom bunuh diri di tiga Gereja pada Minggu (13/5/2018). Pelaku diduga satu keluarga.

Kemudian terjadi ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Polisi mengungkapkan ledakan berasal dari bom rakitan.

Polisi pun mengupdate korban dalam setiap peristiwa. Diakumulasi, korban meninggal dunia sebanyak 17 orang dari tercatat lebih dari 40 orang.

Sementara korban di Mako Polrestabes Surabaya pagi ini, polisi belum mengidentifikasi.

 

Penulis: Ian Bala

Ende Nasional
Previous ArticleRibuan Lilin dari Perbatasan untuk Korban Pengeboman Gereja di Surabaya
Next Article Benny K Harman Kutuk Aksi Teror Gereja di Surabaya

Related Posts

Polisi Tangkap Pengepul Togel di Toko Pertanian Kawasan Pasar Lembor

30 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Dokumen WNA dalam Operasi Gabungan di Manggarai

30 Juni 2026

Polisi Tangkap Pengepul Togel di Toko Pertanian Kawasan Pasar Lembor

30 Juni 2026

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.