Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Meski Dilanda Duka Mendalam, Gereja Ampuni Pelaku Teror
HEADLINE

Meski Dilanda Duka Mendalam, Gereja Ampuni Pelaku Teror

By Redaksi14 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Paus Fransiskus (Foto: Antaranews.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Pemimpin tertinggi gereja katolik, Paus Paus Fransiskus menyampaikan ungkapan duka atas tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.

Tak hanya ucapan duka, Paus juga mendoakan para korban dan orang-orang yang mereka cintai di hadapan ribuan umat yang berkumpul.

“Kepada masyarakat Indonesia terkasih, terutama untuk komunitas Kristiani di kota Surabaya, yang sangat menderita oleh serangan fatal terhadap rumah ibadah, saya melambungkan doa untuk para korban dan keluarga,” ucapnya menjelang Doa Angelus  di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu kemarin.

Paus juga menegaskan rekonsiliasi dan persaudaraan penting didengungkan di tengah kondisi ketakutan teror yang mengancam umat kristiani.

“Di hati semua orang, tidak ada perasaan kebencian dan kekerasan, tetapi rekonsiliasi dan persaudaraan,” ujar paus seperti dilansir dari Vatican News.

Senada dengan Paus Fransiskus, Keuskupan Surabaya dan umat Paroki Santa Maria Tak Bercela, menyatakan, meski saat ini Gereja mengalami duka yang mendalam, Gereja Katolik dengan tulus mengampuni para pelaku teror dan mendoakan para pelaku.

”Peristiwa ini merupakan duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Gereja Katolik tidak takut terhadap teror yang selama ini selalu mengancam kehidupan bangsa Indonesia. Hentikan kekerasan! Kekerasan tidak membuahkan apa pun, kecuali korban jiwa,” kata Pastor Kepala Paroki Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, A Kurdo Irianto, dalam pernyataan sikap resmi yang disiarkan Minggu, 13 Mei 2018, sebagaimana dilansir Harian Kompas.

Penulis: Irvan K

Kota Kupang
Previous ArticlePSI Matim Kutuk Tindakan Pengeboman Gereja di Surabaya
Next Article Tiga Gereja di Surabaya Dibom, MUI Matim Ajak Masyarakat Jangan Terprovokasi

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.