Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»PMKRI Hingga Politisi PDIP Mengutuk Rangkaian Teror di Surabaya
NASIONAL

PMKRI Hingga Politisi PDIP Mengutuk Rangkaian Teror di Surabaya

By Redaksi14 Mei 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kobaran api setelah ledakan bom bunuh diri oleh teroris di depan GKI Jalan Diponegoro, Surabaya (Foto: Tribun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Rangkaian teror bom tiga Gereja, Rusunawa dan Mako Polrestabes Surabaya, Jawa Timur mendapatkan sejumlah kecaman. Aksi biadab yang menimpah belasan warga termasuk anggota polisi tersebut merupakan tindakan yang tidak manusiawi.

“Ini menjadi masalah bersama yang harus disikapi oleh semua elemen masyarakat. Dan kita menghimbau agar tidak terprovokasi dengan tindakan yang sangat tidak beradap ini,” tulis Ketua PMKRI Cabang Ende, Oyen Tibo, Senin siang.

Oyen menegaskan terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan. Untuk itu dia meminta Pemerintah dan DPR setelah merampungkan UU terkait terorisme.

“PMKRI mengutuk tindakan seperti ini. Ini tindakan yang tidak manusiawi. Kita berharap pihak keamanan dan pemerintah mengusut tuntas jamur-jamur terorisme di Indonesia,” tulis Oyen melalui Messenger.

Kecaman terhadap pelaku teroris juga datang dari Politisi PDIP, Andreas Hugo Pareira dalam siaran pers. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dan terorisme harus dibasmi sampai ke akar.

Hugo menjelaskan, dua peristiwa terakhir di Mako Brimob dan di tiga Gereja di Surabaya, menunjukan kepada bangsa dan kepada dunia bahwa terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang sistematis, terstruktur dan terorganisir.

Peristiwa-peristiwa ini juga, kata Hugo, menunjukan bahwa untuk menghadapi kejahatan teroris ini, seluruh elemen bangsa tidak boleh setengah-setengah.

“Kita mengutuk keras tindakan biadab yang anti kemanusiaan, dan mendukung pihak keamanan baik polisi maupun TNI dalam pelibatan operasi pemberantasan teroris ini,” tegas Hugo melalui pesan WhatsApp, Minggu malam.

Hugo menegaskan bahwa pihaknya juga menentang keras pihak-pihak baik Ormas, LSM termasuk Partai Politik maupun politisi yang selama ini cenderung bersikap toleran, ramah, bahkan diam-diam membela kaum teroris ini dengan tetap memberikan ruang pada ide-ide terorisme.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende Nasional
Previous ArticlePembangunan Rumah Adat Tanggar Diawali Ritual Racang Skap
Next Article Bronjong Kali Maubeli Roboh, Kejari TTU Periksa PPK Proyek

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.