Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jelang Idul Fitri, Wabup Belu Pantau Harga Sembako
Ekbis

Jelang Idul Fitri, Wabup Belu Pantau Harga Sembako

By Redaksi7 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati Belu, Ose Luan (Kameja Putih) saat berbincang dengan pedagang di pasar Halilulik (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Jelang perayaan Idul Fitri 2018, Wakil Bupati Belu J. T Ose Luan memantau harga sembako ke pasar Halilulik di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kamis pagi (07/06/2018).

Pantauan yang dilakukan Wabup Ose dalam rangka untuk mengantisipasi harga sembilan bahan pokok (sembako) jelang hari raya Idul Fitri di wilayah Belu.

Disaksikan VoxNtt.com, Wabup Ose meninjau satu persatu lapak pedagang. Dia berbincang-bincang dengan para pedagang sembako.

Usai memantau harga sembako, Wabup Ose meninjau bangunan los pak daging milik Dinas Peternakan yang hingga kini belum digunakan.

Kepada awak media usai melakukan pemantauan, Ose menuturkan, sejauh ini tidak ada gejolak atau sentimen harga sembako di pasar Halilulik.

Semua sembako harganya masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan.

“Tidak ada gejolak harga, karena hasil petani lagi surplus. Seperti tadi harga jagung per kilo Rp 4000 dan beras per kilo Rp 8000 bahkan harga di bawah Bulog. Jadi harga sembako di pasar Halilulik tidak mempengaruhi Idul Fitri,” kata dia.

Disampaikannya, kegiatan pantauan yang dilakukan Kamis pagi itu untuk melihat bagaimana pemanfaatan ruang atau space pada pasar Halilulik. Selain itu, untuk melihat bagian-bagian mana yang selama ini telantar dan tidak terpakai.

Mantan Sekda Belu ini mengaku, kondisi pasar Halilulik masih belum tertata dengan baik.

Sebab itu, dia meminta kepada dinas teknis terkait agar segera membenahi los-los pasar.

Dia juga meminta pedagang untuk memanfaatkan gedung yang sudah dibangun pemerintah.

“Ini selesai bangun tapi out-come tidak ada. Kalau bisa segera direhab agar bangunan ini bisa dimanfaatkan,” ujar Ose.

Dituturkannya, pasar Halilulik merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Kabupaten Belu.

Karena itu, pasar ini harus ditata dengan baik karena perputaran uang di pasar Halilulik sangat besar dan sumbangan untuk pendapatan daerah cukup besar.

 

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

 

 

Belu
Previous ArticleGuru THL Minta Maaf Kepada Kadis PK Matim
Next Article Kadis PRKPP Ende Tak Masuk, ASN Asyik Main Game

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.