Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Guru THL Minta Maaf Kepada Kadis PK Matim
VOX GURU

Guru THL Minta Maaf Kepada Kadis PK Matim

By Redaksi7 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat para guru bersama aktivis melakukan aksi demonstrasi di Dinas PK Matim beberapa waktu lalu (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Prudensia Nanggu, salah satu guru THL yang mengabdi di SDI Peot, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong menyesal telah mengikuti ajakan teman-temannya untuk berdemonstrasi di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur beberapa waktu lalu.

Kala itu, Prudensia bersama teman-temannya yang tergabung dalam forum guru THL menggelar aksi unjuk rasa menentang kebijakan Kepala Dinas PK Matim, Frederika Soch.

Kebijakan Kadis Frederika yang ditentang tersebut terkait pemotongan gaji guru THL di Matim, dari sebelumnya Rp 1.250.000 tiap bulan, kini menjadi Rp 700.000.

Prudensia mengaku, dia mengikuti aksi demonstrasi beberapa waktu lalu merupakan wujud solidaritas bersama guru-guru yang tergabung dalam forum guru THL.

“Sebenarnya, kami tidak tahu apa-apa. Namun,  waktu itu beberapa guru THL mengajak kami untuk mengikuti aksi tersebut. Kalau kami tidak ikut nanti dianggap tidak setia kawan.  Terpaksa kami ikut saja. Karena itu, saya akan segera menemui ibu Kadis PK Matim untuk minta maaf. Mungkin aksi tersebut telah menyakiti hati ibu Kadis,” tutur guru yang sudah mengabdi 11 tahun itu kepada VoxNtt.com di Borong, Kamis (07/06/2018).

Dia juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Bupati Matim Yoseph Tote.

Dia meminta maaf karena mungkin saja aksi unjuk rasa para guru telah mengeluarkan kalimat kasar untuk Bupati Tote.

Prudensia menilai bupati Matim dua periode itu telah banyak memperjuangkan nasib para guru.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleDPRD: Ada Konspirasi dan Mafia dalam Perekaman e-KTP di Matim
Next Article Jelang Idul Fitri, Wabup Belu Pantau Harga Sembako

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.