Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»DPRD: Ada Konspirasi dan Mafia dalam Perekaman e-KTP di Matim
Regional NTT

DPRD: Ada Konspirasi dan Mafia dalam Perekaman e-KTP di Matim

By Redaksi7 Juni 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD Matim dari Partai PKB, Kostantinus Ambur (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Anggota DPRD Manggarai Timur (Matim), Kostantinus Ambur angkat bicara soal perekaman dan pencetakan e-KTP oleh Disdukcapil.

Menurutnya, selama ini perekaman e-KTP di Matim terkesan ditunggani kepentingan tertentu. Bahkan ada konspirasi dan mafia di balik proses mendapatkan data kependudukan itu.

Ambur menegaskan, di Matim masih banyak masyrakat yang belum merekam e-KTP. Bahkan ada warga yang sudah direkam tetapi hingga kini KTP-nya tidak keluar.

“Jangan sampai DisCapilduk ini lebih ke konspirasi dan mafia dalam mengurus e-KTP masyarakat Manggarai Timur. Jangan ada diskriminasi republik ini. Kita dalam satu wilayah NKRI. Beberapa waktu lalu saya mengeluarkan pernyataan di media massa, namun tidak ada jawaban serius atas hal ini. Ingat, satu suara hak anak negeri untuk mencoblos. Jangan karena ada kepentingan tertentu mencabut haknya orang untuk memilih pemimpin,” tegas anggota DPRD dari Dapil Rana Mese itu di depan para kepala OPD di Kantor DPRD Matim, Kamis (6/6)

Ambur mengaku sangat kecewa dengan pelayanan di Disdukcapil Matim.

“Saya benar-benar kecewa dengan pelayanan DisCapilDuk matim. Ingat saudara-saudari di depan mata sudah atau mau Pilkada. Bagaimana mungkin hari-hari kemarin dinas CapilDuk ke desa-desa tanpa ada informasi sebelumnya ke Pemdes. Artinya nyelonong saja. Sehingga ketika sampai di desa siapa yang mau direkam. Karena tidak ada informasi sebelumnya. Ingat Undang-undang, Sabang sampai Merauke, mobil perekaman e-KTP harus melayani di setiap kecamatan. Ingat hak melayani bukan dilayani,” tegasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dikirim dirilis pihak Disdukcapil Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait kecaman Ambur tersebut.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticlePuluhan Tahun Dusun Puta Dicengkeram Gulita
Next Article Guru THL Minta Maaf Kepada Kadis PK Matim

Related Posts

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Suami Korban Dugaan KDRT di Nagekeo Pilih Berdamai dengan Istri setelah Diancam Video

29 Juni 2026

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.