Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kantor Dinas PMPTSP Nagekeo Memprihatinkan
Regional NTT

Kantor Dinas PMPTSP Nagekeo Memprihatinkan

By Redaksi10 Juli 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Teras Kantor PMPTSP bagian luar yang lantainya pecah-pecah (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Nagekeo hingga kini kondisinya memprihatinkan.

Pantauan VoxNtt.com, Selasa (10/07/2018), hampir semua titik bangunan itu telah rusak. Itu seperti tembok, plafon, dan lantai baik di luar ruangan maupun di dalam sudah pecah-pecah.

Bukan hanya itu, ruangan kerja untuk para pegawai juga terbatas. Sehingga teras Kantor PMPTSP dijadikan tempat ruang tunggu masyarakat yang hendak mengurus surat izinan.

Teras Kantor PMPTSP dijadikan tempat ruang tunggu masyarakat yang hendak mengurus surat izinan karena kekurangan ruangan (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)

Kepala Dinas PMPTSP Nagekeo Yosef P. Dhima Wea yang dikomfirmasi VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa siang, membenarkan kondisi kerusakan dan kekurangan ruang kerja itu.

Yosef bahkan mengatakan bangunan itu sudah tidak layak dipakai.

“Kalau secara aturan kantor ini tidak layak digunakan. Pak lihat sendiri, bangunan baik luar maupun dalam sudah pecah semua,” ujarnya.

Menurut Yosef, bukan hanya bangunan yang rusak tapi ruangan kerja pegawai juga kurang. Sehingga teras kantor digunakan menjadi ruang tunggu masyarakat saat mengurus surat izin dan lain-lain.

Selain itu fasilitas lain seperti kendaraan roda empat tidak ada. Sehingga saat staf pergi melakukan sosialisasi harus meminjam ke dinas lain atau sewa rental.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleDuh! Tingkat Pengangguran di Ende Tertinggi SMA, Terendah SD
Next Article Tak Berizin, Polisi Segera Tutup Dua Tempat Karoke di Aesesa

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.