Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Belu Uji Coba Teknologi Pertanian
Regional NTT

Pemkab Belu Uji Coba Teknologi Pertanian

By Redaksi12 Juli 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Belu, Wilybrodus Lay (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Belu sedang melakukan uji coba sistem teknologi pertanian lahan kering dan lahan basah.

Uji coba teknologi pertanian modern ini untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian.

Demikian disampaikan Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada awak media di Atambua, Rabu (11/07/2018).

Menurut Bupati Willy, penerapan teknologi pertanian bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian, sehingga menguntungkan para petani di Belu

Untuk mewujudkan tujuan tersebut pemerintah terlebih dahulu melakukan uji coba dengan menerapkan teknologi pertanian modern. Uji coba mulai dari pengolahan lahan, pembibitan, pemupukan, panen dan pasca panen.

Uji coba pertama ini, pemerintah menerapkan teknologi pertanian untuk tanaman hortikultura. Ke depannya sistem penanaman komoditi seperti jagung bisa ditanam tiga kali dalam setahun.

“Kita lagi desain teknologi pertanian lahan basah dan lahan kering supaya petani bisa tanam tiga kali setahun. Saat ini kita uji coba di tanah misi 10 hektare,” ujar Bupati Willy.

Menurut Bupati Wily, selama ini, petani sawah dan petani lahan kering hanya bisa menanam dua kali dalam setahun.

Padahal, jika menerapkan teknologi pertanian bisa dilakukan secara maksimal, petani bisa melakukan penanaman hingga tiga kali dalam setahun.

Dijelaskannya, karena selama ini petani di Belu hanya menerapkan sistem pertanian konvensional, sehingga musim tanam hanya dua kali setahun.

Seperti saat ini, setelah panen, petani sudah beristrahat kerja karena masih menunggu musim untuk tanam.

Padahal, jika menggunakan teknologi pertanian, petani tidak lagi mengenal musim.

Selain pertanian lahan kering, pemerintah juga melakukan uji coba teknologi pertanian lahan basah. Uji coba dimaksud akan dilakukan di daerah yang memiliki sumber air lebih banyak.

 

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

Belu
Previous ArticlePKB Mabar Tetapkan Daftar Sementara Bacaleg 2019
Next Article Ketua KPU TTU Mundur dari Jabatannya

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.