Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lalu Lintas di Kota Borong Jadi Semrawut
Regional NTT

Lalu Lintas di Kota Borong Jadi Semrawut

By Redaksi13 Juli 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lampu lalu lintas di perempatan jalan Trans Flores yang tidak aktif (Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sejumlah lampu lalu lintas (traffic light) di perempatan jalan Trans Flores, Borong, Manggarai Timur mati total selama tiga bulan terakhir.

Namun, hingga kini belum ada upaya perbaikan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Timur.

“Sudah hampir tiga bulan lampu merah mati. Tidak hanya satu, lampu merah dari empat arah ini mati semua,” ujar Theo Pamput, salah satu pengendara saat ditemui VoxNtt, Jumat (13/07/2018).

Theo mengatakan, persimpangan tersebut merupakan jalur ramai yang mengubungkan lalu lintas antara daerah juga menuju pasar Borong dan Lehong ibukota kabupaten Manggarai Timur.

“Kalau pagi dan sore lalu lintas di persimpangan ini cukup ramai, banyak kendaraan yang lewat. Banyak pengendara yang hampir bertabrakan di simpang jalan ini,” ujar Theo.

Pantauan VoxNtt.com, akibat traffic light padam total, arus lalu lintas di persimpangan tersebut kerap semrawut lantaran banyak pengendara yang ingin dahulu melintas. Kesemrawutan lalu lintas itu kerap terjadi pada saat jam-jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah.

Theo dan beberapa pengguna jalan lainnya berharap Dinas Perhubungan Matim segera memperbaiki lampu lalu lintas tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa.

“Sedangkan ada lampu merah saja banyak pengendara yang menerobos, apalagi kalau lampu merahnya tidak hidup sama sekali,” ujarnya resah.

Penulis: Nansianus Taris

Editor: Irvan K

Manggarai Timur
Previous ArticleHUT ke 50, BPJS Ende Gelar Jalan Sehat dan Periksa Kesehatan
Next Article Memasuki Hari Ketiga, Pencarian Warga Borong yang Hilang Terkendala Dana

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.